Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Sudah Tutup 240 BUMN, Klaim Hemat Triliunan Rupiah
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang digelar di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil (Youtube.com/NU Online)
  • Presiden Prabowo mengungkap jumlah BUMN mencapai lebih dari seribu perusahaan, jauh di atas perkiraannya sebelumnya yang hanya sekitar 300.
  • Pemerintah telah menutup 240 BUMN yang terus merugi dan menargetkan penutupan total hingga 700–800 perusahaan pelat merah.
  • Langkah penutupan ini diklaim mampu menghemat triliunan rupiah dengan memangkas ribuan jabatan direksi dan komisaris yang dinilai membebani keuangan negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah tengah memperbaiki struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena jumlahnya yang ternyata mencapai lebih dari seribu perusahaan. Awalnya, Prabowo mengira BUMN hanya berjumlah 300 perusahaan.

Hal itu disampaikan Prabowo pada Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur.

"Saya kira perusahaan BUMN itu jumlahnya 300. Waktu saya jadi presiden baru saya tahu. Jumlahnya seribu lebih," kata Prabowo, Selasa (23/6/2026).

Prabowo menyatakan, pemerintah sejauh ini telah menutup sebanyak 240 perusahaan negara yang tidak menguntungkan dan terus mengalami kerugian. Dia menargetkan pada akhirnya akan menutup sekitar 800 atau minimal 700 perusahaan pelat merah.

"Sudah 240 yang kita tutup. Enggak ada yang untung, rugi terus. Perusahaan negara milik rakyat, 200, kalau tidak salah, kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara. Minimal 700 lah," ujarnya.

Prabowo mengilustrasikan, jika satu perusahaan memiliki empat direksi dan empat komisaris, maka dari penutupan 200 perusahaan terdapat 1.600 jabatan yang dipangkas.

Dengan perkiraan gaji masing-masing jabatan mencapai Rp50 juta sebulan atau bahkan lebih, pengeluaran tersebut dinilai sangat membebani, terlebih pihak manajemen masih meminta bonus meski kondisi perusahaan sedang merugi.

"Sudah kita tutup, kita menghemat triliunan hanya dari nutup perusahaan-perusahaan yang nggak benar dan itu caranya para direksi itu nutupi korupsi mereka," kata Prabowo.

Editorial Team

Related Article