Petrokimia Gresik Siapkan 219.648 Ton Pupuk Subsidi untuk Musim Tanam

- Petrokimia Gresik menyiapkan 219.648 ton pupuk bersubsidi untuk musim tanam nasional, dengan strategi menjaga produksi dan distribusi di tengah potensi gangguan rantai pasok global.
- Hingga 10 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi nasional, didukung penyederhanaan regulasi melalui Perpres baru.
- Pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi pupuk sebesar 20 persen, sementara Pupuk Indonesia memperketat pengawasan distribusi agar penyaluran tepat sasaran dan mencegah peredaran produk palsu.
Jakarta, IDN Times - Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional di tengah dinamika global yang berpotensi mengganggu rantai pasok bahan baku industri pupuk.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan, perusahaan bersama Pupuk Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani.
Berbagai langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi fasilitas produksi dan operasional perusahaan untuk menjaga kontinuitas produksi pupuk, penguatan stok pupuk bersubsidi, serta dukungan jaringan distribusi nasional Pupuk Indonesia Group agar pupuk tersedia tepat waktu bagi petani. Selain itu, Petrokimia Gresik juga terus memperkuat antisipasi terhadap berbagai dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia.
“Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujar Daconi dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
1. Antisipasi gejolak global, petrokimia Gresik perkuat stok bahan baku

Ia menjelaskan, langkah antisipasi dilakukan melalui diversifikasi negara asal bahan baku seperti phosphate rock, potash, dan sulphur. Perseroan juga mengoptimalkan pasokan sulphuric acid dari dalam negeri serta memperkuat kontrak pengadaan jangka panjang.
Selain itu, perusahaan mempercepat pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan enam hingga dua belas bulan ke depan guna menjaga kesinambungan produksi pupuk.
"Di sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan fasilitas produksi tetap berjalan optimal agar dapat memenuhi kebutuhan pupuk selama musim tanam April–September 2026," ungkapnya.
2. Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tembus 3,46 juta ton per 10 Mei

Ia merinci, per 10 Mei 2026 stok pupuk bersubsidi yang telah disiapkan terdiri dari urea sebanyak 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, Petroganik 16.611 ton, ZA 2.720 ton, serta SP-36 sebanyak 1.939 ton.
“Stok ini telah tersedia dalam jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Daconi.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyederhanakan regulasi tata kelola pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan dengan Perpres 113/2025. Menurut dia, penyederhanaan aturan tersebut mendukung distribusi pupuk yang lebih efektif dan tepat waktu.
Hingga 10 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional tercatat mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahun ini sebesar 9,85 juta ton.
“Realisasi tersebut juga meningkat 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tegasnya.
3. HET Turun 20 persen, Pupuk Indonesia awasi ketat penyaluran pupuk

Daconi memastikan Pupuk Indonesia Group terus melakukan pengawasan terhadap distributor dan kios resmi agar penyaluran pupuk sesuai ketentuan, termasuk penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan pemerintah sebesar 20 persen.
Ia juga mengimbau petani melakukan penebusan pupuk di kios resmi untuk menghindari produk palsu yang dijual dengan harga murah.
“Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global,” ucap Daconi.

















