Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Produksi Gula Nasional Capai 2,67 Juta Ton pada 2025
ilustrasi gula pasir (freepik.com/v.ivash)

Intinya sih...

  • Produksi gula nasional mencapai 2,67 juta ton pada 2025, mendekati target yang ditetapkan.

  • Pemerintah fokus meningkatkan produktivitas tebu untuk swasembada gula dengan program strategis dan revitalisasi pabrik gula.

  • Jawa Timur tetap menjadi sentra utama produksi tebu nasional, namun pengembangan kawasan tebu juga diperluas ke provinsi lain.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan hasil evaluasi akhir giling 2025 menunjukkan produksi gula nasional sebanyak 2,67 juta ton. Realisasi ini sekitar 97,54 persen dari target.

Capaian tersebut menegaskan tren peningkatan produksi gula dalam negeri dan sejalan dengan peningkatan produksi tebu nasional yang pada tahun lalu mencapai 39,07 juta ton, dengan produktivitas rata-rata 69,35 ton per hectare (ha). Angka ini melampaui target Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan dan mencerminkan keberhasilan berbagai intervensi pemerintah di sektor hulu.

1. Produksi gula diakselerasi demi swasembada

Ilustrasi gula pasir (pixabay.com/955169)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, penguatan produksi tebu akan terus diakselerasi untuk mewujudkan swasembada gula dan mengurangi ketergantungan impor. Pemerintah, terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi dari hulu hingga hilir.

Berdasarkan Roadmap Swasembada Gula Nasional sesuai Kepmenko Nomor 418 Tahun 2023, pemerintah menargetkan produksi gula nasional sebanyak 3,27 juta ton pada 2027.

"Swasembada gula adalah keharusan. Pemerintah fokus meningkatkan produktivitas tebu, memperluas areal, menyediakan benih unggul, serta melakukan modernisasi industri gula," kata dia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/2/2026).

2. Capaian produksi tebu didorong program strategis

Ilustrasi tebu (pexels.com/Carbell Sarfo)

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menjelaskan, capaian produksi tebu pada tahun lalu didorong berbagai program strategis, antara lain bongkar ratoon, penggunaan varietas tebu unggul, serta pendampingan teknis yang intensif kepada petani.

"Capaian ini didorong berbagai intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani," ujarnya.

Pemerintah juga mendorong varietas tebu unggul dan memperkuat sistem perbenihan nasional demi mewujudkan swasembada gula nasional.

3. Dorong program revitalisasi

Produksi gula di PT SMS Kabupaten Dompu. (dok. Pemprov NTB)

Di samping itu, juga mendorong peningkatan efisiensi pabrik gula melalui program revitalisasi. Dukungan pembiayaan melalui KUR Khusus Tebu, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta penguatan kelembagaan petani menjadi bagian dari upaya terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dari sisi wilayah, Jawa Timur masih menjadi sentra utama produksi tebu nasional, diikuti Lampung dan Jawa Tengah. Selain itu, pengembangan kawasan tebu juga terus diperluas di sejumlah provinsi lain, seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari strategi ekstensifikasi.

Editorial Team