Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Program Daur Ulang Baju Seragam Jadi Jurus Pegadaian Jaga Lingkungan
Direktur Human Capital Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, meluncurkan program PT Pegadaian (Persero) meluncurkan program PURE (Pegadaian Uniform REcycle) Movement (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pegadaian meluncurkan program PURE Movement untuk mendaur ulang seragam kerja bekas pegawai sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi 2026.
  • Seragam bekas dikumpulkan hingga target 500 kilogram per bulan dan diolah pihak ketiga menjadi kain, karena tidak boleh diberikan ke orang lain demi menjaga identitas perusahaan.
  • Kain hasil daur ulang akan disalurkan kepada sekitar 2.000 UMKM binaan Pegadaian yang bergerak di bidang fesyen sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dalam memperingati Hari Bumi pada Rabu (22/4/2026), PT Pegadaian (Persero) meluncurkan program PURE (Pegadaian Uniform REcycle) Movement. Program ini bertujuan untuk mengajak seluruh pegawai di kantor pusat Pegadaian untuk mengumpulkan baju seragam kerja bekasnya.

Setelah terkumpul, seragam bekas tersebut akan didaur ulang. Direktur Human Capital Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, mengatakan target pengumpulan seragam bekas itu seberat 500 kilogram dalam satu bulan.

"Dengan Pure Movement ini, kami mengubah momen pergantian seragam menjadi gerakan nyata. Bukan hanya mengurangi limbah, tetapi membangun budaya tanggung jawab atas setiap aset yang kita gunakan," ujar Dewi di Menara Gade, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

1. Diolah oleh pihak ketiga

Direktur Human Capital Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, meluncurkan program PT Pegadaian (Persero) meluncurkan program PURE (Pegadaian Uniform REcycle) Movement (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dewi menyampaikan, baju bekas tersebut nantinya akan diserahkan kepada pihak ketiga untuk diolah kembali. Nantinya, seragam bekas pegawai Pegadaian untuk akan dijadikan kain.

"Diolah oleh vendor kami, ada yang mengelola untuk pihak ketiga lah ya, yang memang perusahaan bisa mengelola, dari limbah menjadi tekstil lagi," kata dia.

2. Seragam yang tidak terpakai tidak bisa diberikan ke orang lain

Direktur Human Capital Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, meluncurkan program PT Pegadaian (Persero) meluncurkan program PURE (Pegadaian Uniform REcycle) Movement (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dewi menyampaikan, seragam Pegadaian yang sudah tidak terpakai tak bisa diberikan ke orang lain. Sebab, di bajunya ada merk perusahaan.

"Dengan adanya targetnya diresmikannya seragam baru dan lamanya tidak mungkin diberikan kepada orang lain, karena ada brand-nya Pegadaian, khawatir nanti disalahgunakan, dipakai buat hal-hal yang tidak baik," kata Dewi.

3. Kain akan diberikan kepada 2.000 UMKM binaan Pegadaian

Direkrut Jaringan dan Operasi Pegadaian, Eka Pebriansyah (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan yang sama, Direkrut Jaringan dan Operasi Pegadaian, Eka Pebriansyah, menyampaikan kain hasil olahan seragam itu nantinya akan diberikan ribuan UMKM binaan Pegadaian.

"Ini kan sesuai dengan Hari Bumi, sesuai juga dengan ulang tahun Pegadaian yang ke-125, jadi nanti hasil daur ini, ini kami kolaborasikan dengan UMKM Binaan. Saat ini kan kami ada 12 ribu yang terkoneksi dalam Gade Preneur namanya. Dari 12 ribu ini kami lakukan kurasi, yang saat ini masuk dalam program pendampingan, kemudian pelatihan dan sebagainya itu ada 2.000 pelaku UMKM," ujar Eka.

Dari 2.000 UMKM itu, kata Eka, akan dilihat lagi mana saja yang berusaha di bidang fesyen. Daur ulang seragam bekas Pegadaian ini juga dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab menjaga lingkungan.

Editorial Team