Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pulihkan Ekonomi Pasca Siklon, Sri Lanka Bidik 3 Juta Turis pada 2026

Pulihkan Ekonomi Pasca Siklon, Sri Lanka Bidik 3 Juta Turis pada 2026
Bendera Sri Lanka (unsplash.com/Chathura Anuradha Subasinghe)
Intinya sih...
  • Sri Lanka menargetkan 3 juta wisatawan asing pada 2026
  • Pariwisata menjadi tumpuan ekonomi dan sarana pemulihan pasca Siklon Ditwah
  • Kampanye promosi besar-besaran diluncurkan untuk mencapai target kunjungan wisatawan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Sri Lanka pada Senin (5/1/2026), menetapkan target ambisius untuk menarik 3 juta wisatawan asing sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat perekonomian nasional dan mempercepat pemulihan dari dampak Siklon Ditwah yang melanda negara tersebut pada akhir 2025.

Sektor pariwisata, yang menjadi salah satu penyumbang utama devisa negara, diharapkan kembali memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Pada 2025, Sri Lanka mencatat rekor 2,36 juta kedatangan wisatawan, angka tertinggi sejak sebelum krisis pandemi. Pemerintah menilai momentum positif ini penting untuk menjaga stabilitas fiskal dan memulihkan kepercayaan investor setelah periode krisis alam dan ekonomi berkepanjangan.

1. Sri Lanka jadikan pariwisata tumpuan ekonomi

Ketua Otoritas Pengembangan Pariwisata Sri Lanka, Chalaka Gajabahu menyatakan, rekor kunjungan wisatawan sepanjang 2025 menjadi landasan utama bagi penetapan target baru tiga juta wisatawan pada 2026, atau meningkat sekitar 27 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kami menargetkan kedatangan tiga juta wisatawan tahun depan, dengan fokus pada pasar India, China, Rusia, dan negara-negara Eropa,” ujar Gajabahu, dikutip Channel News Asia.

Ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata kini menjadi pilar penting bagi stabilitas ekonomi Sri Lanka, karena menjadi penyumbang devisa terbesar kedua negara tersebut. Pendapatan pariwisata pada 2025 mencapai sekitar 3,2 miliar dolar AS (Rp53,6 triliun).

“Kami bangga Sri Lanka berhasil mencatat angka wisata tertinggi sepanjang masa. Kami optimistis pendapatan sektor ini akan terus tumbuh dan memperkuat ekonomi di masa yang krusial,” ujar Menteri Luar Negeri dan Pariwisata Sri Lanka, Vijitha Herath, dilansir Free Malaysia Today.

Menurut data resmi pemerintah, peningkatan jumlah wisatawan pada 2025 didukung oleh pemulihan layanan penerbangan internasional serta kampanye promosi destinasi wisata yang lebih agresif. Selain itu, kebijakan pemberian visa gratis terhadap turis dari sejumlah negara utama juga berkontribusi besar terhadap lonjakan jumlah pengunjung.

2. Sri Lanka dorong pariwisata sebagai sarana pemulihan pasca Siklon Ditwah

Siklon Ditwah yang melanda Sri Lanka pada akhir November 2025 menewaskan sedikitnya 645 orang dan menyebabkan kerusakan parah di wilayah pesisir selatan serta timur. Pemerintah menilai pemulihan ekonomi dan sosial akan berjalan lebih cepat dengan peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata.

“Target kunjungan wisatawan yang naik 27 persen dari tahun lalu akan membantu rakyat Sri Lanka pulih dari dampak Siklon Ditwah,” ujar Menteri Luar Negeri dan Pariwisata, Vijitha Herath, dikutip Channel News Asia.

Bencana tersebut memengaruhi lebih dari 1,4 juta jiwa dari 407.594 keluarga di 25 distrik, dengan 233 ribu orang terpaksa mengungsi ke 1.441 tempat penampungan. Data resmi menunjukkan sedikitnya 565 rumah hancur total dan lebih dari 20 ribu unit mengalami kerusakan sebagian. Seorang pejabat Kementerian Pembangunan Ekonomi mengatakan bahwa pariwisata menjadi kunci pemulihan ekonomi lokal, terutama di kawasan yang paling terdampak siklon.

Selain fokus pada perbaikan infrastruktur, pemerintah juga menargetkan investasi senilai 500 juta dolar AS (Rp8,3 triliun) di sektor pariwisata pada 2026, setelah berhasil menarik 329 juta dolar AS (Rp5,5 triliun) dari 126 proyek investasi pada tahun 2025. Langkah ini diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja bagi lebih dari satu juta warga Sri Lanka yang bergantung pada industri pariwisata.

3. Sri Lanka genjot promosi wisata untuk capai target tiga juta turis pada 2026

Untuk mencapai target 3 juta wisatawan asing, Sri Lanka meluncurkan kampanye promosi besar-besaran di pasar utama seperti India, China, Rusia, dan Eropa. Promosi difokuskan pada keindahan pantai tropis, warisan kuil kuno, serta teh Ceylon sebagai daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.

Badan Pembangunan Pariwisata Dunia (UNWTO) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya tersebut melalui bantuan teknis dan kampanye promosi bersama. Sejumlah proyek utama mencakup pengembangan resor baru, pemulihan situs budaya bersejarah, serta peningkatan jaringan transportasi wisata di seluruh wilayah Sri Lanka.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan pengeluaran harian per wisatawan menjadi sekitar 160 dolar AS (Rp2,6 juta) pada 2026, naik dari 140 dolar AS (Rp2,3 juta) pada 2025. Fokus promosi kini diarahkan pada pasar berpendapatan tinggi seperti Timur Tengah, AS, dan Australia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Tips agar Keuangan Tetap Aman Meski Selalu Tampil Stylish

07 Jan 2026, 21:21 WIBBusiness