Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pupuk Kaltim Garap Produksi Clean Ammonia Senilai Rp60,2 Triliun

Pupuk Kaltim Garap Produksi Clean Ammonia Senilai Rp60,2 Triliun
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) memastikan kesiapan stok pupuk bersubsidi bagi petani di seluruh wilayah tanggung jawab distribusi PKT dengan jumlah yang mencukupi. (Dok. PKT)

Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Kaltim (PKT) saat ini tengah fokus mengembangkan produksi clean ammonia sebagai inovasi bahan baku utama pembuatan pupuk urea dan bahan pendukung untuk tekstil, pertambangan, serta farmasi.

Selain itu, clean ammonia yang terdiri dari green dan blue ammonia juga diyakini bisa menjadi alternatif bahan bakar masa depan yang jauh lebih ramah lingkungan.

"Oleh sebab itu, PKT bersama Copenhagen Atomics, Topsoe, Alfa Laval, dan Aalborg CSP telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Mei lalu, untuk mengkaji rancangan pembangunan fasilitas produksi green ammonia," kata Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi, dalam pernyataan resmi yang diterima IDN Times, Senin (26/6/2023).

1. Kapasitas produksi 1 juta ton per tahun

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dengan sejumlah kiat yang dilaksanakan untuk menjaga dan meningkatkan kontribusi dalam mengurangi penipisan ozon. (Dok. Pupuk Kaltim)
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dengan sejumlah kiat yang dilaksanakan untuk menjaga dan meningkatkan kontribusi dalam mengurangi penipisan ozon. (Dok. Pupuk Kaltim)

Adapun fasilitas produksi green ammonia tersebut diprediksi memiliki kapasitas hingga 1 juta ton per tahun. Sementara itu, nilai investasinya diestimasikan sebesar 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp60,2 triliun.

"Hari ini, orang masih berbicara tentang clean ammonia sebagai sebuah niche energy source (energi yang masih terbatas), tapi clean ammonia akan tumbuh. Dalam estimasi kami dari tahun 2020 hingga tahun 2050 akan tumbuh menjadi 350 persen. Porsinya itu akan melebihi porsi dari grey ammonia yang sekarang masih mayoritas digunakan dan sebagian dari grey itu akan berubah menjadi blue," tutur Rahmad.

2. Clean ammonia diproduksi menggunakan energi terbarukan

Ilustrasi energi baru terbarukan (digitaltrends.com)
Ilustrasi energi baru terbarukan (digitaltrends.com)

Setidaknya ada tiga hal yang menjadi keunggulan utama clean ammonia. Pertama, clean ammonia, baik yang green maupun blue diproduksi menggunakan energi terbarukan.

Blue ammonia diproduksi melalui proses konversi grey ammonia menggunakan blue hydrogen yang dihasilkan melalui pemisahan molekul air (H2O) dengan menggunakan sumber energi fosil, seperti gas alam atau batu bara.

Sementara itu, green ammonia diproduksi menggunakan green hydrogen melalui proses elektrolisis air menggunakan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, tenaga angin, hingga panas bumi.

3. Rendah karbon

ilustrasi nol emisi karbon. (airlines.iata.org)
ilustrasi nol emisi karbon. (airlines.iata.org)

Kemudian keunggulan kedua adalah proses produksi clean ammonia melibatkan karbon pada level yang rendah. Dalam prosesnya, blue ammonia dapat diproduksi dan digunakan pada infrastruktur yang sudah ada tanpa perubahan signifikan karena sifatnya hampir sama dengan grey ammonia.

Perbedaan produksi blue ammonia terletak pada teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon yang memungkinkan pemisahan produksi amonia dari emisi karbon. Di sisi lain, green ammonia diproduksi menggunakan sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik yang diperlukan dalam proses elektrolisis air.

"Dalam proses elektrolisis air, listrik diarahkan untuk memisahkan molekul air menjadi hidrogen dan oksigen. Hidrogen yang dihasilkan kemudian bereaksi dengan nitrogen atmosfer untuk menghasilkan amonia. Dengan digunakannya sumber energi terbarukan, proses produksi green ammonia ini tidak menghasilkan emisi karbon," tutur Rahmad.

4. Bisa jadi alternatif penyimpanan energi

Lokasi pabrik PT Pupuk Kaltim di Bontang (dok Istimewa)
Lokasi pabrik PT Pupuk Kaltim di Bontang (dok Istimewa)

Selain faktor lingkungan, clean ammonia dapat dimanfaatkan sebagai penyimpanan energi mulai dari hidrogen hingga listrik. Dengan demikian, penggunaan energi berbasis hidrogen, baik dalam pembangkit listrik maupun transportasi akan menjadi lebih mudah karena hidrogen disimpan dalam bentuk yang kurang mudah terbakar atau rentan rusak.

"Selain itu, ketika green ammonia yang dijadikan penyimpan listrik juga dapat diubah kembali menjadi listrik melalui proses pembakaran atau reaksi elektrokimia, menghasilkan energi yang dapat digunakan," kata Rahmad.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

H&M Bakal Tutup 160 Cabang Sepanjang 2026

09 Apr 2026, 00:38 WIBBusiness