ilustrasi Rusia, pertanian (pexels.com/Rockwell branding agency)
Secara keseluruhan, produksi pertanian global mencapai 5,2 triliun dolar AS atau sekitar Rp83.200 triliun pada 2024. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pertanian masih menjadi salah satu industri terbesar di dunia, meski perekonomian global terus bergerak menuju sektor teknologi dan jasa.
Pertanian juga berkaitan erat dengan rantai pasok makanan, perdagangan internasional, serta kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan. Karena itu, perubahan yang terjadi di sektor pertanian bisa memberikan dampak jauh lebih luas daripada sekadar urusan harga hasil panen.
Skala sektor ini juga terlihat dari penggunaan lahan untuk aktivitas pertanian yang mencakup sekitar 50 persen dari lahan layak huni di dunia. Buat kamu yang melihat pertanian sebagai sektor tradisional, angka tersebut menunjukkan bahwa perannya sebenarnya sangat besar dalam kehidupan modern.
China memang masih menjadi raksasa dengan jarak yang cukup jauh, tapi posisi Indonesia di peringkat kelima membuktikan bahwa Indonesia punya basis pertanian yang gak bisa dianggap remeh. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kekuatan produksi tersebut bisa terus ditingkatkan sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
China jelas masih menjadi penguasa ekonomi pertanian dunia dengan nilai produksi yang mencapai 1,9 triliun dolar ASvatau sekitar Rp30.400 triliun pada 2024. Di belakangnya ada India, Amerika Serikat, dan Brasil yang sama-sama memiliki skala produksi sangat besar.
Sementara itu, Indonesia berhasil mencuri perhatian dengan menempati posisi kelima dan menyumbang sekitar 145 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.320 triliun terhadap produksi pertanian global. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia punya potensi besar dan masih menjadi salah satu kekuatan penting dalam perekonomian dunia.