Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) secara konsolidasi membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik sebesar Rp10,75 triliun pada semester I-2026, tumbuh 6,54 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Berdasarkan laporan keuangan, pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp22,29 triliun.
Di sisi lain, pendapatan nonbunga juga meningkat 12,5 perse. menjadi Rp11,75 triliun, sehingga total pendapatan operasional mencapai Rp34,04 triliun atau naik 13,6 persen dibandingkan semester I 2025
Dari sisi bisnis intermediasi, BNI mencatat penyaluran kredit sebesar Rp968,54 triliun, tumbuh 24,4 persen secara tahunan. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan kuat dengan nilai mencapai Rp1.100,19 triliun, naik 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring pertumbuhan bisnis tersebut, total aset BNI meningkat 21,6 persen menjadi Rp1.461 triliun.