Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan dengan merger itu, PT PAL bakal menjadi satu-satunya BUMN yang bergerak di sektor galangan kapal.
Saat ini, ada tiga BUMN lain yang bergerak di industri galangan kapal, yakni PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) atau DKB, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) atau DKS, dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau IKI. Ketiganya berstatus "BUMN sakit" dan dikelola oleh PT Danareksa (Persero).
Djenod mengatakan, diskusi yang dilakukan PT PAL dengan Danantara, salah satunya untuk menghindari beban keuangan usai merger.
"Sehingga mergernya nanti itu pertama tidak meninggalkan beban. Kedua adalah merger ini bertujuan untuk melakukan lompatan bagi industri market Indonesia," tutur Djenod.
Djenod mengatakan, rencana itu tujuannya untuk mentransformasi galangan kapal BUMN, dan industri galangan kapal secara keseluruhan.
Meski begitu, PT PAL belum mengetahui kapan proses itu rampung, dan bagaimana skema akhirnya.
"Belum, nanti ini karena masih digodok ya. Masih digodok, mudah-mudahan bisa segera dijalankan," ujar Djenod.
Namun, dia memastikan diskusi terkait rencana merger itu terus dilakukan.
"Jadi, kami sudah beberapa kali dipertemukan dengan BUMN-BUMN galangan kapal lain, dan pembicaraan ini terus berlajut," kata dia.