Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Danantara Bakal Merger 21 BUMN Logistik, PT Pos Jadi Holding

IMG_7405.jpeg
Logo Pos Indonesia di Pos Bloc, Jakarta Pusat. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Danantara akan melakukan merger 21 BUMN logistik menjadi satu perusahaan logistik, yaitu Danantara Logistic Company.
  • PT Pos Indonesia (Persero) akan menjadi holding BUMN logistik karena memiliki aset besar dan 4 ribu outlet distribusi.
  • Proses konsolidasi dilakukan dengan analisis global benchmark, pasar, kemampuan internal, serta organisasi dan SDM perusahaan yang dikonsolidasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Danantara akan melakukan perampingan BUMN di sektor logistik tahun ini.

Dalam acara CBNC Indonesia Economic Outlook 2026, di Jakarta, Selasa (10/2/2026), Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan dari 21 perusahaan logistik, BUMN hanya akan memiliki satu.

"Kami kemudian melakukan merger dan konsolidasi terhadap 21 perusahaan logistik sebagai contoh, menjadi satu. Nanti kami akan punya Danantara Logistic Company, satu perusahaan. Kemudian kami mendesain ulang seluruh business model-nya,” ucap Dony.

Adapun PT Pos Indonesia (Persero) akan menjadi holding BUMN logistik, mempertimbangkan aset perusahaan yang sangat besar.

"Karena mereka memiliki distribution outlet yang banyak. Kurang lebih 4.000 outlet yang dimiliki oleh PT Pos. Mereka akan menjadi anchor dari penggabungan 21 perusahaan logistik kami," Dony.

Dia memastikan, dalam proses konsolidasi, Danantara melakukan asesmen secara menyeluruh. Pertama, menganalisis tolak ukur global (global benchmark) atas sektor yang dikonsolidasi.

"Kami lihat global benchmark-nya seperti apa, business model-nya seperti apa, revenue stream-nya seperti apa kita lihat," ujar Dony.

Kedua, melakukan analisis pada pasar untuk mengidentifikasi pangsa pasar, kompetitor, peluang, dan sebagainya.

"Kemudian yang ketiga kami lakukan internal capabilities assessment. Perusahaan dari 21 ini kami lakukan analisa, assess, baik itu secara finansial apakah mereka memiliki kemampuan secara finansial untuk berkompetisi dan masuk di industri itu," ujar Dony.

Keempat, melakukan asesmen dari organisasi dan sumber daya manusia (SDM) dari perusahaan yang dikonsolidasi.

"Kami lakukan juga adalah people and organization assessment-nya, apakah orangnya cukup capable, organisasinya cukup matang atau enggak. Ini semua kita masukin dalam matrix,” tutur Dony.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Alasan Penting Punya Logo Usaha untuk Tingkatkan Brand Awareness

10 Feb 2026, 21:28 WIBBusiness