Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Repower Asia Indonesia Dirikan Anak Usaha buat Ekspansi ke Data Center
Ilustrasi manajemen PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL). (dok. REAL)
  • PT Repower Asia Indonesia Tbk mendirikan PT Repower Global Sinergitama untuk mengembangkan dan mengelola aset properti, termasuk ekspansi ke properti digital data center.
  • REAL menguasai 99,6 persen saham RGST, sedangkan PT Harmoni Harum Propertindo memegang 0,4 persen; RGST memiliki modal dasar Rp1 miliar.
  • Melalui RGST, REAL menjajaki kerja sama dengan calon mitra strategis untuk bisnis data center, guna memperluas pendapatan di luar properti konvensional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Emiten PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) mengumumkan pendirian anak usaha PT Repower Global Sinergitama (RGST). Pendirian anak usaha itu sebagai langkah ekspansi bisnis ke pengembangan properti digital data center.

“Pendirian PT Repower Global Sinergitama merupakan langkah strategis Perseroan dalam rangka mendukung pengembangan dan pengelolaan aset-aset properti, memperluas jaringan usaha, serta menciptakan peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, termasuk pengembangan Properti Digital Data Center,” tulis manajemen dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/8/2026).

1. REAL jadi pemegang saham mayoritas

Ilustrasi bisnis (Unsplash/Microsoftedge)

REAL menjadi pemegang saham mayoritas RGST, dengan porsi kepemilikan saham sebanyak 99,6 persen, atau setara 249 lembar saham. Kemudian, sisanya sebesar 0,4 persen atau 1 lembar saham dimiliki oleh PT Harmoni Harum Propertindo.

“RGST didirikan dengan modal dasar sebesar Rp1.000.000.000 (satu miliar Rupiah) terbagi atas 1.000 (seribu) lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) per lembar saham,” tulis manajemen.

2. Mulai jajaki kerja sama dengan investor dalam ekspansi ke bisnis data center

ilustrasi data center (freepik.com)

Direktur sekaligus Corporate Secretary REAL, Sjafardamsah mengatakan, pendirian RGST menjadi kendaraan strategis REAL untuk mengembangkan dan mengelola aset properti sekaligus menangkap peluang di sektor digital.

“Perseroan tengah menjajaki peluang bisnis data center, termasuk persiapan dan penjajakan kerja sama dengan calon mitra strategis,” tutur Sjafardamsah.

Menurut manajemen, segmen data center berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru di luar bisnis properti tradisional. Langkah tersebut datang di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI), cloud computing dan digitalisasi. Pertumbuhan AI membutuhkan kapasitas komputasi yang semakin besar, sehingga turut mendorong kebutuhan terhadap data center, listrik, konektivitas dan properti dengan spesifikasi khusus.

3. Tambah eksposur di luar properti konvensional

ilustrasi AI (Freepik.com/rawpixel.com)

Bagi REAL, masuk ke bisnis tersebut membuka opsi pertumbuhan baru sekaligus memperluas eksposur perseroan dari properti konvensional menuju digital infrastructure. Data center juga memiliki karakter bisnis yang menarik karena asetnya berpotensi menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) melalui berbagai model kerja sama, seperti sewa atau colocation, tergantung strategi yang nantinya dikembangkan perseroan.

Manajemen menyatakan, berhasilan pengembangan bisnis baru tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap REAL. Terlebih, jika perseroan berhasil menggandeng mitra strategis dan mengembangkan proyek dengan skala yang signifikan.

Jika penjajakan tersebut berhasil dikonversi menjadi proyek nyata, ekspansi itu berpotensi menjadi katalis baru bagi REAL sekaligus membuka sumber pertumbuhan di luar siklus properti konvensional.

“Di tengah ledakan AI dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital, REAL kini mulai membidik bisnis yang berada di jantung ekonomi digital masa depan,” tulis manajemen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article