Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pasar Data Center RI Melesat, Legrand Fokus Hadirkan Keandalan Listrik

Pasar Data Center RI Melesat, Legrand Fokus Hadirkan Keandalan Listrik
ilustrasi data center (pexels.com/panumas nikhomkhai)
Intinya Sih
  • Pertumbuhan pesat pasar data center Indonesia mendorong kebutuhan infrastruktur listrik yang andal, dengan nilai pasar diproyeksikan mencapai 3,1 miliar dolar AS pada 2025.
  • Legrand memperkenalkan solusi kelistrikan seperti UPS dan sistem distribusi daya dalam Technology Summit 2026 untuk menjaga keandalan operasional industri digital.
  • Kolaborasi antara industri, asosiasi, dan pelaku teknologi dinilai penting guna memastikan pembangunan infrastruktur listrik yang berkelanjutan di tengah percepatan transformasi digital nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Pertumbuhan pesat pusat data (data center) di Indonesia mulai menuntut kesiapan infrastruktur listrik yang semakin andal dan berkelanjutan. Hal ini seiring dengan meningkatnya adopsi layanan digital dan kebutuhan operasional tanpa henti di berbagai sektor.

Investasi data center yang terus meningkat menjadi salah satu pendorong utama kebutuhan sistem daya (power system) yang stabil. Pasar data center Indonesia menurut IMARC Group diproyeksikan mencapai nilai sekitar 3,1 miliar dolar AS pada 2025 dan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Seiring berkembangnya ekonomi digital, Indonesia menjadi pasar strategis bagi pengembangan data center di kawasan. Namun, pertumbuhan ini tidak bisa dilepaskan dari tantangan utama: ketersediaan listrik yang stabil.

Fasilitas seperti data center, rumah sakit, hingga industri termasuk dalam kategori mission-critical yang sangat bergantung pada kontinuitas listrik. Gangguan listrik, bahkan dalam waktu singkat bisa berdampak pada layanan, produktivitas, hingga keamanan sistem.

1. Infrastruktur listrik mesti dirancang sejak awal

ilustrasi data center
ilustrasi data center (unsplash.com/Geoffrey Moffett)

CEO BDX Indonesia, Agus Hartono Wijaya menegaskan, pertumbuhan data center di Indonesia berlangsung sangat cepat. Namun, tantangan terbesar bukan hanya membangun fasilitas, melainkan memastikan infrastruktur pendukungnya siap sejak awal.

“Pertumbuhan kebutuhan data center di Indonesia berlangsung sangat cepat. Tantangan utamanya adalah merancang infrastruktur yang fleksibel tanpa mengorbankan keandalan operasional. Oleh karena itu, infrastruktur kelistrikan perlu dirancang sejak awal agar scalable dan siap mendukung kebutuhan jangka panjang,” ujar Agus, dikutip Kamis (23/4/2026).

Artinya, perencanaan listrik tidak lagi menjadi aspek tambahan, melainkan bagian inti dari pembangunan data center itu sendiri.

2. Solusi teknologi jadi kunci menjaga keandalan

Presiden Direktur Legrand Indonesia, Kovi Valoo
Presiden Direktur Legrand Indonesia, Kovi Valoo (dok. Legrand)

Guna menjawab kebutuhan tersebut, Legrand memperkenalkan berbagai solusi kelistrikan dalam ajang Technology Summit 2026 di Jakarta.

Sebagai informasi, Legrand merupakan perusahaan spesialis global di bidang infrastruktur kelistrikan dan digital bangunan, dengan solusi untuk sektor komersial, industri, data center, dan residensial di berbagai negara.

Adapun produk yang diperkenalkan meliputi uninterruptible power supply (UPS), sistem distribusi daya, hingga busduct yang dirancang untuk menjaga kontinuitas operasional.

President Director Legrand Indonesia, Kovi Valoo mengatakan, keandalan sistem daya kini menjadi kebutuhan utama berbagai industri.

“Di banyak industri saat ini, keandalan sistem daya (power reliability) dan transisi energi sudah menjadi kebutuhan utama untuk menjaga operasional tetap berjalan lancar dan efisien,” kata dia.

3. Kolaborasi jadi faktor penentu keberlanjutan

ilustrasi data center
ilustrasi data center (unsplash.com/İsmail Enes Ayhan)

Tak hanya soal teknologi, kesiapan infrastruktur listrik juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ketua Umum Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI), Achmad Sutowo Sutopo menekankan pentingnya sinergi antara industri, asosiasi, dan pelaku teknologi.

"Seiring percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sistem kelistrikan yang andal dan aman menjadi semakin penting. Kolaborasi antara industri, asosiasi, dan pelaku teknologi merupakan kunci agar pembangunan infrastruktur kelistrikan di Indonesia dapat berjalan berkelanjutan,” tutur Achmad Sutowo.

Dengan laju pertumbuhan ekonomi digital yang semakin cepat, kebutuhan terhadap infrastruktur listrik diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama investasi teknologi di Indonesia.

Kondisi ini menunjukkan, masa depan data center tidak hanya ditentukan oleh kapasitas server atau lokasi strategis, tetapi juga oleh seberapa kuat dan fleksibel sistem kelistrikan yang menopangnya

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More