Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, rupiah berpotensi bangkit setelah babak belur pada perdagangan kemarin. Apalagi, kemarin nilai tukar rupiah sempat menembus Rp17.015 per dolar AS.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi di tengah membaiknya sentimen pasar seiring meredanya harga minyak dunia, dengan harapan perang dapat segera berakhir menyusul pernyataan Trump,” kata Lukman kepada IDN Times.
Meski begitu, menurut analis pasar keuangan, Ariston Tjendra, kurs rupiah masih berpeluang melemah hari ini, dengan situasi di Selat Hormuz yang belum membaik, dan masih menyebabkan kenaikan pada harga minyak dunia.
“Perang juga kini menyasar lokasi-lokasi minyak di Iran. Harga minyak bakal tetap bertahan tinggi sehingga ini akan menaikan kebutuhan dolar AS untuk impor minyak mentah dan juga membebani perekonomian Indonesia secara umum,” ujar Ariston.