Departemen Keuangan AS pekan ini mengumumkan rencana untuk melipatgandakan program buyback atau pembelian kembali surat berharga negara (SBN) atau Treasury berjangka waktu panjang menjadi sekurang-kurangnya 4 miliar dolar AS per operasi selama kuartal mendatang.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan langkah intervensi ini dinilai membantu menurunkan imbal hasil (yield) jangka panjang. Pemerintah AS juga berpendapat tingkat imbal hasil saat ini belum mencerminkan fundamental ekonomi yang sebenarnya, sehingga ada peluang pembelian tersebut akan dinaikkan lebih lanjut.
Di samping itu, Ibrahim menuturkan data klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS tercatat menurun. Penurunan tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil meskipun sempat terjadi penurunan jumlah lapangan kerja secara mengejutkan pada Juli lalu.
"Kondisi ini membuat Federal Reserve (The Fed) tetap fokus pada upaya pengendalian inflasi, sementara pasar terus memperdebatkan waktu pelaksanaan langkah kebijakan suku bunga berikutnya," ujarnya.