Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Berhasil Taklukan Dolar AS Sore Ini
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Kurs rupiah menguat pada penutupan perdagangan, mencapai Rp16.164,5 per dolar AS
  • JISDOR menunjukkan pelemahan kurs rupiah menjadi Rp16.183 per dolar AS dibandingkan sebelumnya
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan pada penutupan perdagangan Selasa (6/8/2024) sore.

Berdasarkan data dari Bloomberg, mata uang Garuda berada di level Rp16.164,5 per dolar AS, naik sebesar 24,5 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

1. Rupiah melemah di kurs referensi JISDOR

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah ditutup di level Rp16.183 per dolar AS, melemah dibandingkan penutupan sebelumnya pada 5 Agustus 2024 yang berada di level Rp16.154 per dolar AS.

Dengan kata lain, nilai tukar rupiah di JISDOR mengalami pelemahan sebesar 29 poin per dolar AS.

2. Investor mencari aman di tengah situasi saat ini

Data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, laporan laba yang mengecewakan dari perusahaan teknologi besar, dan kekhawatiran yang meningkat atas ekonomi China telah memicu aksi jual global pada saham, minyak, dan mata uang berimbal hasil tinggi dalam seminggu terakhir.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan investor cenderung mencari keamanan uang tunai di tengah situasi yang tidak menentu saat ini.

“Aksi jual berlanjut pada hari Senin, dengan imbal hasil Treasury AS turun lebih jauh, indeks saham di zona merah, dan dolar melemah,” ujarnya.

Penurunan imbal hasil Treasury sudah dimulai sejak minggu lalu, ketika Federal Reserve (Fed) mempertahankan suku bunga kebijakan dalam kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen, sementara Ketua Fed, Jerome Powell membuka kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September.

Ekspektasi untuk penurunan suku bunga meningkat setelah data pada Jumat pekan lalu menunjukkan lonjakan tingkat pengangguran.

Pada Senin kemarin, kontrak berjangka dana Fed mencerminkan hampir 100 persen peluang adanya pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan bank sentral di September, menurut CME FedWatch.

3. Penguatan rupiah diperkirakan berlanjut besok

Fokus pasar minggu ini, kata Ibrahim, tertuju pada lebih banyak pembacaan ekonomi dari China, khususnya data perdagangan dan inflasi yang akan dirilis akhir minggu ini.

Ibrahim menyampaikan dalam perdagangan Rabu (7/8/2024), mata uang rupiah diperkirakan akan mengalami fluktuasi. Namun, di akhir perdagangan, rupiah diperkirakan akan ditutup menguat dalam rentang Rp16.110 hingga Rp16.180 per dolar AS.

Editorial Team

Related Article