- Bath Thailand melemah 0,11 persen
- Won Korea melemah 6,54 persen
Rupiah Dibuka Melemah Rp17.987 per Dolar AS Jumat Pagi

- Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.987 per dolar AS, turun 44 poin atau 0,25 persen dibanding penutupan sebelumnya menurut data Bloomberg.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen inflasi AS yang meningkat, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
- Pernyataan hawkish pejabat The Fed menambah tekanan pada rupiah, sementara minimnya sentimen positif domestik membuat mata uang ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.900–Rp18.050 per dolar AS.
1. Rupiah melemah paling besar
Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah mengalami pelemahan paling dalam dibandingkan mata uang lainnya. Berikut mata uang yang melemah hari ini:
2. Rupiah melemah karena sentimen data inflasi AS
Analis Pasar Uang, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.
Tekanan terhadap mata uang Garuda berasal dari menguatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
"Sentimen tersebut dipicu oleh data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang menunjukkan inflasi inti meningkat ke level tertinggi sejak Oktober 2023. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi di AS masih belum sepenuhnya mereda," jelasnya.
3. Pernyataan The Fed cenderung hawkish
Selain itu, pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat The Fed turut mendorong penguatan dolar AS. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams sama-sama menilai inflasi AS masih berada di level yang terlalu tinggi, sehingga kehati-hatian dalam pelonggaran kebijakan moneter tetap diperlukan.
Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar bahwa The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
Di sisi domestik, belum terdapat sentimen positif yang cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah. Akibatnya, mata uang Indonesia diperkirakan masih berada di bawah tekanan seiring menguatnya dolar AS di pasar global.
"Alhasil, rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini," tegasnya.

















