Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.873 per Dolar AS

- Sejumlah mata uang di Asia menguat, antara lain Ringgit Malaysia, Bath Thailand, dan Pesso Filipina.
- Analis proyeksikan rupiah akan menguat terbatas karena sentimen risk on global yang membaik, namun tetap terbatas karena sentimen domestik yang belum solid.
- Rencana pelantikan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia diprediksi akan menekan rupiah hari ini.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat ke level Rp16.873 per dolar AS pada perdagangan Senin (9/2/2026).
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka menguat 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Sejumlah mata uang menguat
Mata uang di Asia bergerak menguat, dengan rincian:
Ringgit Malaysia menguat 0,02 persen
Bath Thailand menguat 0,14 persen
Pesso Filipina menguat 0,13 persen
2. Rupiah akan menguat terbatas
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini seiring membaiknya sentimen risk on di pasar keuangan global.
Meski demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas karena pelaku pasar tetap mencermati sentimen domestik yang belum sepenuhnya solid.
3. Rencana pelantikan Thomas Djiwandono akan beri sentimen ke rupiah
Lukman menyebut rencana pelantikan Thomas Djiwandono hari ini sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia akan menekan rupiah hari ini.
"Posisi keponakan sebagai deputi BI adalah salah satu sentimen negatif domestik saat ini yang akan menekan rupiah," tegasnya.
Secara teknikal, rupiah diperkirakan bergerak terbatas dengan kisaran perdagangan di level Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS sepanjang hari ini.


















