- Bath Thailand menguat 0,40 persen
- Ringgit Malaysia menguat 0,11 persen
- Pesso Filipina menguat 0,14 persen
- Won Korea menguat 0,09 persen
- Dolar Taiwan menguat 0,36 persen
- Dolar Singapura menguat 0,09 persen
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.142 per Dolar AS

- Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.142 per dolar AS pada perdagangan Kamis, naik 1 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
- Mayoritas mata uang Asia turut menguat, termasuk baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura yang menunjukkan tren positif di kawasan.
- Analis memproyeksikan penguatan rupiah masih terbatas karena sentimen domestik lemah meski faktor eksternal seperti meredanya ketegangan AS-Iran mendukung stabilitas regional.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp17.142 per dolar Amerika Serikat atau menguat 1 poin dibandingkan penutupan kemarin.
1. Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat
Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, ini rinciannya
2. Rupiah akan menguat secara terbatas
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan rupiah akan bergerak datar atau berkonsolidasi terhadap dolar AS dalam jangka pendek, dengan potensi penguatan yang terbatas.
Menurut analis Lukman Leong, meski sentimen global cenderung positif seiring harapan perdamaian di Timur Tengah, sentimen domestik masih relatif lemah. Hal ini membuat investor berhati-hati dan cenderung menghindari rupiah, terutama karena situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih dinamis.
“Pergerakan rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS,” kata Lukman.
3. Sentimen eksternal mendukung mata yang regional bergerak menguat hari ini
Sementara itu, sentimen eksternal tetap mendukung mata uang regional. Apalagi, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran hampir mencapai titik akhir dan membuka kemungkinan pembicaraan ulang di Pakistan, yang turut menenangkan pasar global.
Hal ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi stabilitas pasar valuta asing di kawasan Asia.


















