Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

JPMorgan: Perang Iran Dapat Picu Inflasi dan Suku Bunga AS

JPMorgan: Perang Iran Dapat Picu Inflasi dan Suku Bunga AS
ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Bigc Studio)
Intinya Sih
  • Jamie Dimon memperingatkan perang Iran dengan AS dan Israel bisa memicu inflasi, kenaikan suku bunga, serta risiko resesi yang dapat mengubah tatanan ekonomi global.
  • Meski ekonomi AS dinilai tangguh, konflik tersebut berpotensi mengguncang harga minyak dan komoditas serta mengganggu rantai pasok global seperti saat pandemi COVID-19.
  • Dimon menyoroti ketergantungan ekonomi AS pada pasar saham; jika koreksi terjadi akibat kepanikan investor, dampaknya bisa menyeret ekonomi ke jurang resesi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon memperingatkan perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dapat memicu gelombang baru inflasi dan kenaikan suku bunga. Hal itu berpotensi menyeret ekonomi AS ke jurang resesi, yang mengubah tatanan ekonomi dunia.

"Namun, bisa juga tidak," kata Dimon, dikutip dari CNN Business, Minggu (12/4/2026).

Dalam surat tahunan kepada pemegang saham pada awal pekan ini, Dimon menggambarkan kondisi ekonomi AS secara umum cukup positif saat ini.

1. Ekonomi AS disebut lebih tangguh dari sebelumnya

JPMorgan: Perang Iran Dapat Picu Inflasi dan Suku Bunga AS
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Amerika (pexels.com/Pratikxox)

Dia mengatakan, ekonomi AS saat ini dalam kondisi yang lebih tangguh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dapat melindungi AS dari sebagian gejolak ekonomi global, terutama akibat perang. Namun, hal itu pun tidak menutup peluang terjadinya resesi.

"Meskipun ekonomi mungkin tidak serapuh sebelumnya, hal ini tidak berarti tidak ada ‘titik kritis’, hanya saja mungkin dibutuhkan lebih banyak tekanan untuk mencapainya," tutur Dimon dalam surat setebal 48 halaman tersebut.

2. Perang tingkatkan risiko pada harga minyak dan komoditas

JPMorgan: Perang Iran Dapat Picu Inflasi dan Suku Bunga AS
Ilustrasi harga minyak naik (IDN Times/Arief Rahmat)

Dimon mengatakan, perang dengan Iran meningkatkan risiko terjadinya guncangan besar dan berkepanjangan pada harga minyak dan komoditas. Konflik tersebut juga dapat mengubah rantai pasok global, serupa dengan yang terjadi setelah pandemik COVID-19.

Dimon menyebut, kenaikan inflasi dan suku bunga secara bertahap sebagai gangguan besar di tengah kuatnya kondisi ekonomi AS, yang dapat memicu koreksi pada pasar saham tahun ini.

3. Jika pasar saham koreksi bisa berdampak pada ekonomi AS

JPMorgan: Perang Iran Dapat Picu Inflasi dan Suku Bunga AS
ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.,)

Dimon juga memperingatkan, meskipun ekonomi AS masih kuat, kondisi tersebut sangat bergantung pada pertumbuhan dan kenaikan pasar saham. Jika keduanya melemah, berbagai risiko ekonomi bisa menjadi masalah.

Menurutnya, harga saham AS yang tinggi saat ini sebagian akibat ketidakstabilan global. Itu karena saham AS masih dianggap sebagai aset safe haven. Namun menurut Dimon, meski dianggap aman, pasar saham bisa anjlok dan ekonomi bisa jatuh ke jurang resesi jika investor panik akibat memburuknya kondisi pasar, sehingga akan menciptakan efek berantai.

"Sifat manusia tidak berubah, sentimen dan kepercayaan dapat berubah dengan cepat dan menggerakkan pasar," ucap Dimon.

"Penurunan harga aset pada satu titik dapat dengan cepat mengubah sentimen dan mendorong investor beralih ke uang tunai," sambungnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More