Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.706 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.706 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.706 per dolar AS, turun 38 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Mayoritas mata uang Asia juga melemah, termasuk baht Thailand, ringgit Malaysia, yuan China, dan won Korea yang turun paling dalam.
  • Analis menilai ketidakpastian global dan sentimen domestik menekan rupiah, sementara BI diprediksi perlu menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Mata uang Garuda kembali melemah pada penutupan perdagangan, Selasa (19/5/2026) pada level Rp17.706 per dolar AS.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah melemah hingga 38 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan kemarin.

1. Rincian mata uang di Asia

Mayoritas mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:

  • Bath Thailand melemah 0,15 persen
  • Ringgit Malaysia melemah 0,03 persen
  • Yuan China melemah 0,05 persen
  • Rupee India melemah 0,08 persen
  • Pesso Filipina melemah 0,02 persen
  • Won Korea melemah 0,92 persen
  • Dolar Taiwan melemah 0,33 persen

2. Rupiah masih ada potensi menguat meski terbatas

Analis pasar keuangan, Lukman Leong, menyebut pergerakan rupiah masih dipengaruhi ketidakpastian di pasar keuangan global, termasuk gejolak geopolitik di Timur Tengah. Namun demikian, potensi penguatan masih ada tapi terbatas.

Sebab, sentimen domestik masih cenderung lemah di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pekan ini.

"Investor diprediksi mulai mengantisipasi kemungkinan BI menaikkan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ungkapnya.

3. BI harus menaikkan suku bunga acuan

Di sisi lain, dia menilai langkah kenaikan suku bunga oleh BI seharusnya dilakukan lebih awal untuk meredam tekanan terhadap rupiah. Adapun suku bunga acuan BI saat ini berada di level 4,75 persen

"Naikkan suku bunga menurut saya agak telat, karena pemerintah sebelumnya ngotot pada kebijakan ekspansif dan meminta BI untuk mendukungnya. Namun, lebih baik telat daripada tidak," kata Lukman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More