Ilustrasi LPG. (IDN Times/Holy Kartika)
Menurutnya, pemerintah perlu berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait harga energi bersubsidi di tengah kondisi rupiah yang masih tertekan. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite maupun LPG 3 kilogram (kg) atau gas melon karena kenaikan harga kedua komoditas tersebut berisiko semakin membebani pengeluaran masyarakat.
"Maka, pemerintah tidak boleh menaikkan barang subsidi seperti Pertalite dan gas melon. Jika pemerintah nekat menaikkan keduanya, saya khawatir daya beli masyarakat semakin merosot," katanya.
Lebih lanjut, Nailul menyarankan pemerintah melakukan realokasi anggaran, termasuk anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk memperkuat pembiayaan subsidi BBM. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pemerintah tetap bisa menahan harga energi bersubsidi sehingga tekanan terhadap daya beli masyarakat tidak semakin besar.