Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Harga Minyak Dunia Bikin Waswas
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp18.133 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat.

  • Harga minyak dunia, sentimen risk-off, dan aksi jual asing masih membebani pergerakan rupiah.

  • Pelemahan rupiah berpotensi terbatas karena indeks dolar AS menurun setelah rilis data inflasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30/10/2026

Rupiah dibuka pada level Rp18.133 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat. Pada waktu yang sama, rupiah menguat tipis terhadap dolar AS.

pukul 09.04 WIB

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.121 per dolar AS, menguat 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

menjelang akhir pekan

Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah menguat tipis sebesar 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp18.121 per dolar AS.
  • Who?
    Rupiah dan dolar Amerika Serikat menjadi mata uang yang diperbandingkan. Pengamat pasar uang Lukman Leong memberikan penilaian.
  • Where?
    Pergerakan rupiah tercatat di pasar domestik berdasarkan data Bloomberg.
  • When?
    Pada awal perdagangan Jumat (30/10/2026), dengan data hingga pukul 09.04 WIB.
  • Why?
    Harga minyak dunia yang naik, sentimen risk-off, dan aksi jual bersih investor asing menekan rupiah. Penurunan indeks dolar AS membatasi tekanan tersebut.
  • How?
    Rupiah dibuka pada level Rp18.133 per dolar AS, lalu berada di level Rp18.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp18.137.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah menguat sedikit terhadap dolar AS pada Jumat pagi. Nilainya menjadi Rp18.121 per dolar AS. Pengamat pasar uang Lukman Leong bilang harga minyak yang naik, investor asing yang banyak menjual, dan orang yang menghindari risiko masih menekan rupiah. Namun, pelemahannya diperkirakan terbatas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah tetap mencatat penguatan tipis meski menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak, sentimen risk-off, dan aksi jual asing. Penurunan indeks dolar AS setelah data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan turut membuat potensi pelemahan rupiah dinilai terbatas, dengan pergerakan diperkirakan berada dalam kisaran tertentu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Jumat (30/10/2026). Rupiah dibuka pada level Rp18.133 per dolar AS pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB, rupiah berada di level Rp18.121 per dolar AS, menguat 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.137 per dolar AS.

1. Harga minyak dunia kembali naik jadi tekanan bagi rupiah

Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai kenaikan harga minyak dunia masih menekan rupiah. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan minyak mentah AS, kembali naik hingga mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan.

"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan oleh harga minyak dunia yang kembali naik, dengan WTI mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan," katanya.

2. Sentimen risk-off dan aksi jual asing membebani rupiah

Selain harga minyak, Lukman menyebut sentimen risk-off dan aksi jual bersih investor asing di pasar domestik turut membebani pergerakan rupiah. Risk-off merupakan kondisi ketika investor cenderung menghindari aset berisiko dan memilih instrumen yang dianggap lebih aman.

Sementara itu, net sell atau jual bersih terjadi ketika nilai saham yang dijual investor lebih besar daripada nilai saham yang dibeli. Kondisi itu mencerminkan adanya tekanan jual di pasar saham domestik.

"Sentimen risk off dan net sell asing di pasar domestik juga masih membebani rupiah," ujar dia.

3. Pelemahan rupiah berpotensi terbatas

Meski masih dibayangi sejumlah tekanan, Lukman menilai pelemahan rupiah berpotensi terbatas karena indeks dolar AS mengalami penurunan setelah rilis data inflasi yang sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar.

Indeks dolar AS (DXY) merupakan ukuran kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Ketika indeks tersebut melemah, tekanan terhadap mata uang lain, termasuk rupiah, berpotensi berkurang.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan menjelang akhir pekan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article