Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
S&P Global Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia di BBB
ilustrasi bendera Indonesia (pexels.com/aboodi vesakaran)
  • S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB jangka panjang dan A-2 jangka pendek dengan outlook stabil.
  • Lembaga tersebut menilai pelemahan fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, didukung kenaikan harga komoditas serta kebijakan pemerintah yang lebih konsisten.
  • S&P Global menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam dan disiplin defisit APBN di bawah 3 persen sebagai kunci menjaga kepercayaan investor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.

S&P Global menyatakan untuk peringkat jangka panjang tetap stabil, yang mencerminkan pelemahan indikator fiskal dan eksternal yang dihadapi Indonesia hanya bersifat sementara dan akan berbalik membaik seiring kenaikan harga komoditas serta laju perubahan kebijakan yang lebih stabil.

“Kami meyakini upaya pemerintah untuk memusatkan manajemen serta mengurangi kebocoran di sektor sumber daya alam dan mineral pada akhirnya dapat meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor, terutama jika implementasi kebijakan membaik,” tulis S&P Global dikutip dari keterangan resmi di situs resminya, Senin (13/7/2026).

S&P Global Ratings menyoroti upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara, terutama dari ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Akan tetapi, S&P Global Ratings menekankan program itu harus dijalankan dengan naik karena jika tidak ada dampak berkepanjangan pada sentimen investor, yang pada akhirnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

“Namun, hal itu bukan skenario dasar kami karena kami menilai pemerintah telah menunjukkan fleksibilitas dalam implementasi kebijakan sebagai respons terhadap masukan negatif dari pelaku industri,” tulis S&P Global.

Selain itu, outlook stabil dari S&P Global Ratings juga mencerminkan ekspektasi lembaga tersebut bahwa pemerintah akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tak melebihi 3 persen.

Outlook stabil juga mencerminkan ekspektasi kami bahwa pemerintah tetap memandang batas defisit tahunan sebesar 3 persen sebagai jangkar kebijakan yang penting,” tulis S&P Global Ratings.

Curated For You

Editorial Team

Related Article