Danantara: 26 Proyek Hilirisasi Rp225 T Bakal Serap 37 Ribu Pekerja

- Danantara Indonesia menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja untuk memperkuat industri nasional dan ekonomi daerah.
- Proyek dilaksanakan dalam dua fase, dengan total investasi Rp109 triliun di fase pertama dan Rp116 triliun di fase kedua, mencakup 23 lokasi serta ribuan lapangan kerja baru.
- Komoditas yang dikembangkan meliputi aluminium, baja nirkarat, tembaga, bioavtur, bioetanol, kelapa sawit, hingga peternakan ayam terintegrasi guna menciptakan nilai tambah dalam negeri.
Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia klaim sebanyak 26 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun yang sedang digarap diproyeksikan mampu menyerap 37.833 tenaga kerja.
Program itu disebut-sebut sebagai upaya menciptakan nilai tambah dari komoditas sumber daya alam (SDA), memperkuat industri nasional, dan menciptakan lapangan kerja.
“Tidak hanya menghasilkan investasi, hilirisasi ini juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan membuat nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” kata Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, Senin (13/7/2026).
1. Proyek hilirisasi digarap dalam dua fase

Pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi dilakukan dalam dua fase. Fase I, yang dimulai melalui groundbreaking pada 6 Februari 2026, mencakup enam proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp109 triliun dan potensi penyerapan 11.456 tenaga kerja.
Sementara itu, Fase II, yang dimulai melalui groundbreaking pada 29 April 2026, meliputi 10 proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp116 triliun dan diperkirakan menyerap 26.377 tenaga kerja.
2. Komoditas yang digarap mulai dari alumunium hingga tembaga

Ke-26 proyek tersebut mencakup berbagai komoditas strategis, mulai dari sektor pertambangan seperti pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga.
Selain itu, ada juga program hilirisasi di sektor energi dan pangan melalui pengembangan fasilitas bioavtur, bioetanol. Selain itu, pengolahan kelapa sawit, industri kelapa, serta peternakan ayam terintegrasi.
3. Pembangunan digenjot

Adapun pengerjaan proyek-proyek itu dipercepat, untuk segera mewujudkan target penguatan fondasi industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Investasi yang dijalankan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, membuka peluang kerja baru. Di samping itu, juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.



















