Kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek 4 di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). (X/Komunitas Sahabat Kereta)
Dalam satu rangkaian kereta, KA Argo Bromo Anggrek terdiri dari 7-9 kereta eksekutif, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.
Fasilitas dalam kereta kelas eksekutif Argo itu termasuk paling mewah di kelasnya. Setiap penumpang dapat menikmati tempat duduk nyaman yang dapat diputar dan memiliki sandaran punggung yang dapat diatur kelandaiannya.
Tak hanya itu itu, ada juga pijakan kaki, lampu baca, colokan listrik, bantal, selimut, dan meja lipat pada masing-masing tempat duduk tersebut.
Setiap gerbang penumpang juga dilengkapi dengan pendingin udara, TV LCD, dan toilet. KA Argo Bromo Anggrek juga menyediakan layanan hiburan untuk penumpang. Selain tayangan audio video, kereta makan di KA Argo Bromo Anggrek telah lengkap dengan minibar dan fasilitas karaoke.
Dengan 9 jam perjalanan, KA Argo Bromo Anggrek menempuh jarak 725 km. Laju ini termasuk yang tercepat dibandingkan kereta lain yang memerlukan waktu hingga 10-15 jam untuk rute yang sama.
Kereta itu mengangkut rata-rata 1.600 penumpang per hari, dengan dua perjalanan per hari.
Kereta pagi berangkat dari Stasiun Gambir pukul 09.30 WIB, dan dari Surabaya pukul 08.00 WIB. Untuk kereta malam, KA Argo Bromo Anggrek berangkat dari Stasiun Gambir pukul 21.30 WIB, dan dari Surabaya pukul 20.00 WIB.
Adapun tarif tiket untuk rute tersebut berkisar antara Rp375.000-Rp485.000 per penumpang, menyesuaikan posisi duduk, subkelas, dan hari perjalanannya. Untuk rute dengan jarak lebih dekat (misalnya Surabaya-Semarang, Gambir-Cirebon, Gambir-Semarang, dan Pekalongan-Semarang), tiket KA Argo Bromo Anggrek bertarif lebih murah, yakni mulai dari Rp285.000-Rp365.000.