Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Serangan AS ke Venezuela Ganggu Lalu Lintas Udara di Kawasan Karibia

Ilustrasi bandara (freepik.com/prostooleh)
Ilustrasi bandara (freepik.com/prostooleh)
Intinya sih...
  • Operasi militer besar AS di Venezuela berujung penangkapan Presiden Maduro dan istrinya.
  • FAA tutup ruang udara Karibia akibat operasi militer AS di Venezuela.
  • Penutupan ruang udara Karibia ganggu ratusan penerbangan komersial.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2026), menyebabkan gangguan serius pada lalu lintas udara di wilayah Karibia. Operasi militer tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan AS.

Sebagai langkah keamanan, Federal Aviation Administration (FAA) menutup sebagian ruang udara di atas wilayah Karibia dan sekitarnya, memaksa sejumlah penerbangan sipil untuk mengalihkan rute. Penutupan ini dilakukan untuk menghindari risiko keselamatan akibat aktivitas militer di wilayah tersebut.

1. Operasi militer besar AS di Venezuela berujung penangkapan Presiden Maduro dan istrinya

WhatsApp Image 2026-01-04 at 12.10.38 AM.jpeg
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berikan keterangan tentang penangkapan Nicolas Maduro. (Youtube/The White House)

Pasukan khusus AS, termasuk Delta Force, melancarkan serangan udara besar-besaran di sekitar ibu kota Caracas pada dini hari waktu setempat. Operasi yang diberi nama Absolute Resolve ini melibatkan lebih dari 150 pesawat tempur dan menargetkan sejumlah lokasi militer serta infrastruktur sipil di wilayah utara Venezuela.

Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, melalui unggahan di platform Truth Social.

“Kami telah berhasil melaksanakan serangan besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan dikeluarkan dari negara itu,” tulis Trump, dikutip Fox News.

Venezuela mengecam tindakan tersebut sebagai agresi militer serius terhadap kedaulatan negaranya. Dalam pernyataan resminya, Caracas menyebut serangan udara itu menargetkan wilayah ibu kota serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira, dan menuduh AS melanggar hukum internasional.

2. FAA tutup ruang udara Karibia akibat operasi militer AS di Venezuela

Presiden AS Donald Trump bersama Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dan Direktur CIA John Ratcliffe saat memantau operasi militer di Venezuela
Presiden AS Donald Trump bersama Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dan Direktur CIA John Ratcliffe saat memantau operasi militer di Venezuela (Official White House Photo by Molly Riley, Public domain, via Wikimedia Commons)

FAA menutup sementara ruang udara di wilayah Karibia bagi seluruh maskapai AS karena adanya risiko keselamatan, menyusul operasi militer yang tengah berlangsung terhadap Venezuela. Penutupan ini meliputi kawasan timur Karibia, termasuk Puerto Rico, Aruba, dan Kepulauan Virgin AS, untuk mencegah potensi bahaya dari aktivitas udara militer di sekitar wilayah tersebut.

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyatakan bahwa pembatasan ruang udara akan dicabut setelah situasi dinilai aman.

“FAA akan mencabut pembatasan ruang udara di atas Karibia dan Venezuela ketika waktunya sudah tepat,” ujarnya melalui unggahan di platform X, dikutip CNBC.

Selain itu, peringatan juga dikeluarkan kepada maskapai non-AS agar menghindari wilayah udara Venezuela dalam radius hingga 160 kilometer, karena adanya risiko terkait sistem pertahanan anti-pesawat di area tersebut.

3. Penutupan ruang udara Karibia ganggu ratusan penerbangan komersial

Kota Curaçao di Karibia
kota Curaçao di Karibia (commons.wikimedia.org/Nelo Hotsuma)

Penutupan ruang udara di wilayah Karibia menyebabkan gangguan besar pada penerbangan komersial. Maskapai seperti American Airlines, Delta Air Lines, United Airlines, Frontier, Spirit, dan JetBlue membatalkan ratusan penerbangan untuk menghindari risiko keselamatan di wilayah terdampak.

Menurut juru bicara JetBlue, maskapai tersebut membatalkan sedikitnya 215 penerbangan akibat penutupan ruang udara terkait aktivitas militer. Secara keseluruhan, sekitar 400 penerbangan ke dan dari Bandara Internasional Luis Muñoz Marín di Puerto Rico dibatalkan, mencakup sekitar 60 persen jadwal hari itu. Sementara itu, Aruba kehilangan lebih dari 91 penerbangan yang seharusnya beroperasi.

Banyak maskapai memberikan keringanan kepada penumpang dengan membebaskan biaya perubahan tiket dan penjadwalan ulang. Analis penerbangan Robert Mann memperkirakan butuh beberapa hari untuk memulihkan operasi penerbangan sepenuhnya, mengingat ribuan penumpang masih terdampar di sejumlah bandara di kawasan Karibia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

BTN Angkat Sekjen Kementerian PKP Didyk Choiroel Jadi Komisaris

07 Jan 2026, 17:18 WIBBusiness