ilustrasi membeli saham (pexels.com/Hanna Pad)
Walaupun memiliki hak istimewa, saham preferen tetap memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah risiko perusahaan mengalami kesulitan keuangan sehingga pembayaran dividen bisa ditunda atau tidak dilakukan, bergantung pada ketentuan saham yang diterbitkan.
Selain itu, harga saham preferen dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kinerja perusahaan. Jika kamu menjual saham ketika harganya turun dibandingkan harga beli, kamu berpotensi mengalami kerugian.
Risiko lainnya adalah potensi keuntungan yang lebih terbatas dibandingkan saham biasa ketika perusahaan mengalami pertumbuhan pesat. Hal ini bergantung pada karakteristik saham preferen yang dimiliki, termasuk apakah saham tersebut memiliki fitur konversi menjadi saham biasa.
Sebelum berinvestasi, baca prospektus dan pahami ketentuan dividen, hak suara, serta prioritas pembayaran. Jangan hanya berfokus pada potensi pendapatan, tetapi perhatikan juga kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.
Pemilik saham preferen adalah investor perorangan maupun institusi yang memiliki saham dengan hak istimewa tertentu, terutama terkait prioritas dividen dan pembagian aset saat likuidasi. Meski menawarkan sejumlah keunggulan, saham preferen tetap memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum kamu berinvestasi.
Dengan mengenali hak, karakteristik, dan perbedaannya dari saham biasa, kamu bisa mempertimbangkan instrumen ini secara lebih matang. Pastikan kamu mempelajari ketentuan saham yang akan dibeli agar keputusan investasi sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko.