Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siapa Pemilik Saham Preferen? Ini Pengertian dan Haknya
ilustrasi membeli saham di HP (pexels.com/Hanna Pad)
  • Pemilik saham preferen adalah investor perorangan atau institusi yang memegang saham dengan hak prioritas tertentu sesuai ketentuan perusahaan.
  • Pemegang saham preferen umumnya didahulukan menerima dividen dan aset saat likuidasi, tetapi hak suaranya lebih terbatas dibanding pemegang saham biasa.
  • Risikonya mencakup dividen yang dapat tertunda, harga saham berfluktuasi, serta potensi keuntungan lebih terbatas; investor perlu memahami prospektus dan kondisi perusahaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa pemilik saham preferen? Pemegang saham preferen merupakan individu atau lembaga yang menanamkan modal pada perusahaan melalui kepemilikan saham dengan hak prioritas khusus. Hak tersebut umumnya berkaitan dengan pembagian dividen dan prioritas penerimaan aset ketika perusahaan mengalami likuidasi.

Dalam dunia investasi, saham preferen menjadi salah satu instrumen yang menarik untuk dipahami sebelum kamu mulai membeli saham. Saham preferen mempunyai ketentuan tersendiri yang membedakannya dari saham biasa, khususnya terkait pembagian dividen dan keistimewaan yang diterima investor. Supaya gak salah memahami konsepnya, yuk, kenali pengertian, hak, karakteristik, dan risiko saham preferen berikut ini.

1. Siapa pemilik saham preferen?

ilustrasi saham (pexels.com/Leeloo The First)

Pemilik saham preferen adalah investor, baik perorangan maupun institusi, yang memegang saham dengan hak istimewa atau prioritas tertentu dalam sebuah perusahaan. Investor perorangan bisa berupa individu yang membeli saham untuk mengembangkan dana, sedangkan investor institusi dapat berupa perusahaan investasi, dana pensiun, atau lembaga keuangan.

Saham preferen memberikan hak khusus sesuai ketentuan yang ditetapkan perusahaan. Salah satu keistimewaannya, pemegang saham preferen berhak memperoleh pembagian dividen lebih dahulu daripada pemilik saham biasa. Namun, hak yang diberikan bisa berbeda-beda tergantung pada jenis saham preferen dan ketentuan penerbitannya.

Dengan memiliki saham preferen, investor berpotensi memperoleh pendapatan dari dividen sesuai ketentuan yang berlaku. Meski begitu, bukan berarti keuntungan selalu terjamin karena pembayaran dividen tetap bergantung pada karakteristik saham dan kondisi perusahaan.

2. Apa saja hak pemilik saham preferen?

saham (pexels.com/Romulo Queiroz)

Pemegang saham preferen memperoleh hak-hak khusus yang tidak selalu dimiliki oleh investor pemegang saham biasa. Berikut beberapa hak yang umumnya melekat pada jenis saham ini.

  1. prioritas menerima dividen: Investor yang memiliki saham preferen umumnya berhak menerima dividen lebih dahulu daripada pemegang saham biasa. Besaran dan ketentuannya mengikuti kebijakan serta dokumen penerbitan saham.

  2. prioritas saat likuidasi: Ketika perusahaan dilikuidasi, pemilik saham preferen biasanya lebih dulu menerima bagian aset dibandingkan pemegang saham biasa. Meski begitu, pembagian aset tetap mendahulukan kreditur dan pihak lain yang memiliki hak tagih lebih tinggi.

  3. ketentuan dividen khusus: Beberapa saham preferen memiliki tingkat dividen tetap atau ketentuan pembagian dividen tertentu. Ada pula saham preferen kumulatif yang memungkinkan dividen yang belum dibayar diakumulasikan sesuai ketentuannya.

  4. hak suara terbatas: Pemegang saham preferen umumnya memiliki hak suara yang lebih terbatas daripada pemegang saham biasa. Meski begitu, hak suara khusus dapat diberikan dalam kondisi tertentu sesuai aturan yang berlaku.

3. Apa perbedaan saham preferen dan saham biasa?

ilustrasi chart saham (pexels.com/iam hogir)

Perbedaan utama saham preferen dan saham biasa terletak pada hak yang dimiliki investor. Pemegang saham preferen umumnya mendapatkan prioritas dividen dan pembagian aset saat likuidasi, sedangkan pemegang saham biasa biasanya memiliki hak suara yang lebih luas dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Dari sisi dividen, saham preferen dapat menawarkan pembagian dengan ketentuan tertentu, termasuk tingkat dividen yang ditetapkan sejak awal. Sebaliknya, dividen saham biasa biasanya lebih bergantung pada kinerja perusahaan dan keputusan pembagian keuntungan.

Meski begitu, saham preferen tidak selalu lebih menguntungkan. Pemegang saham biasa berpotensi menikmati kenaikan harga saham dan pertumbuhan dividen seiring perkembangan perusahaan. Sementara itu, keuntungan pemegang saham preferen juga dipengaruhi oleh harga beli, kondisi keuangan penerbit, dan ketentuan saham yang dimiliki. Karena itu, kamu perlu memahami tujuan investasi dan karakteristik masing-masing saham sebelum menentukan pilihan.

4. Apa risiko menjadi pemilik saham preferen?

ilustrasi membeli saham (pexels.com/Hanna Pad)

Walaupun memiliki hak istimewa, saham preferen tetap memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah risiko perusahaan mengalami kesulitan keuangan sehingga pembayaran dividen bisa ditunda atau tidak dilakukan, bergantung pada ketentuan saham yang diterbitkan.

Selain itu, harga saham preferen dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kinerja perusahaan. Jika kamu menjual saham ketika harganya turun dibandingkan harga beli, kamu berpotensi mengalami kerugian.

Risiko lainnya adalah potensi keuntungan yang lebih terbatas dibandingkan saham biasa ketika perusahaan mengalami pertumbuhan pesat. Hal ini bergantung pada karakteristik saham preferen yang dimiliki, termasuk apakah saham tersebut memiliki fitur konversi menjadi saham biasa.

Sebelum berinvestasi, baca prospektus dan pahami ketentuan dividen, hak suara, serta prioritas pembayaran. Jangan hanya berfokus pada potensi pendapatan, tetapi perhatikan juga kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.

Pemilik saham preferen adalah investor perorangan maupun institusi yang memiliki saham dengan hak istimewa tertentu, terutama terkait prioritas dividen dan pembagian aset saat likuidasi. Meski menawarkan sejumlah keunggulan, saham preferen tetap memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum kamu berinvestasi.

Dengan mengenali hak, karakteristik, dan perbedaannya dari saham biasa, kamu bisa mempertimbangkan instrumen ini secara lebih matang. Pastikan kamu mempelajari ketentuan saham yang akan dibeli agar keputusan investasi sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article