Jakarta, IDN Times -Insiden kereta di Bekasi Timur beberapa waktu lalu kembali menyoroti satu masalah klasik dalam sistem transportasi Indonesia, namun respons yang cenderung muncul setelah kecelakaan terjadi, bukan sebelum risiko muncul. Evaluasi dan janji perbaikan menguat, namun penyebab utama insiden masih belum disimpulkan secara resmi.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia Tulus Abadi menegaskan, keselamatan tidak bisa hanya bergantung pada kedisiplinan pengguna. Alhasil, pendekatan berbasis sistem jauh lebih penting dibanding hanya mengandalkan imbauan.
“Perlu berbagai rekayasa teknis yang berdimensi safety untuk menekan risiko fatalitas,” ujarnya.
