Jakarta, IDN Times – Starbucks Korea memutuskan menghentikan operasional lebih dari 2 ribu gerainya di Korea Selatan (Korsel) pada Senin (22/6/2026) mulai pukul 15.00 waktu setempat. Penutupan nasional pertama sejak perusahaan beroperasi pada 1999 itu dilakukan agar seluruh pegawai mengikuti pelatihan wajib mengenai sejarah modern dan sensitivitas sosial.
Dilansir The Guardian, kontroversi bermula setelah afiliasi E-Mart milik Shinsegae Group selaku pemegang lisensi Starbucks di Korsel meluncurkan promosi tumbler seri “Tank Day” pada 18 Mei 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Pemberontakan Gwangju 1980, ketika militer Chun Doo-hwan mengerahkan pasukan payung dan tank untuk membubarkan demonstrasi pro-demokrasi yang menewaskan ratusan orang.
Sorotan publik bertambah setelah promosi itu memakai slogan “thwack on the desk” atau “gebrak meja”. Bagi masyarakat Korsel, ungkapan tersebut mengingatkan pada klaim palsu otoritas bentukan militer terkait kematian aktivis mahasiswa Park Jong-chul yang meninggal akibat penyiksaan pada 1987.
