Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gubernur BI Berganti, Mengapa Dompet Warga Ikut Terpengaruh?

Gubernur BI Berganti, Mengapa Dompet Warga Ikut Terpengaruh?
Destry Damayanti menyampaikan keynote speech dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026). (bi.go.id)
Intinya Sih
  • Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026; Destry Damayanti menjadi pejabat sementara dan disebut Reuters sebagai kandidat kuat, sementara DPR menunggu uji kelayakan.
  • Gubernur BI memimpin kebijakan moneter, makroprudensial, dan pembayaran yang memengaruhi suku bunga, kredit, QRIS, BI-FAST, stabilitas rupiah, serta kepercayaan pasar.
  • BI mempertahankan BI-Rate 5,75 persen pada Juli 2026; bunga dan rupiah berdampak pada cicilan, harga impor, inflasi, sementara independensi kebijakan menjadi sorotan investor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Pergantian kepemimpinan Bank Indonesia menjadi perhatian setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti kemudian menjalankan tugas sebagai pejabat Gubernur sementara hingga terpilihnya pemimpin definitif.

Pergantian pemimpin bank sentral mungkin terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, kebijakan yang diputuskan BI dapat memengaruhi suku bunga pinjaman, cicilan rumah, nilai tukar rupiah, harga barang impor, inflasi, hingga kelancaran pembayaran digital.

1. Destry disebut menjadi kandidat kuat Gubernur BI

Destry Damayanti dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
Destry Damayanti mengucapkan sumpah jabatan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (7/8/2024). (bi.go.id)

Dilansir Reuters, Destry Damayanti disebut menjadi kandidat terdepan untuk mengisi jabatan Gubernur BI. Sumber Reuters menyatakan nama Destry termasuk dalam daftar kandidat yang disampaikan kepada parlemen, tetapi pemerintah belum mengumumkan keputusan final secara terbuka. Proses uji kelayakan dan kepatutan diperkirakan dimulai setelah DPR kembali dari masa reses pada 14 Agustus 2026.

Karena keputusan belum ditetapkan, penyebutan Destry sebagai kandidat terdepan harus dipahami sebagai informasi berdasarkan sumber Reuters, bukan penetapan resmi. Komisi XI DPR menyatakan akan menjalankan proses uji kelayakan dan kepatutan secara objektif, profesional, serta mengikuti mekanisme Undang-Undang Bank Indonesia.

Destry bukan sosok baru di bank sentral. Ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior sejak 2019 dan sebelumnya pernah berkarier di Citibank, Bank Mandiri, serta menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan. Pengalamannya membuat arah kebijakan Destry mulai diperhatikan oleh pasar dan pelaku usaha.

2. Gubernur BI tidak hanya mengurus nilai tukar

Ilustrasi fungsi Bank Indonesia dalam sistem keuangan
Ilustrasi peran infrastruktur pasar keuangan dalam transmisi kebijakan moneter, kelancaran sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan. (bi.go.id)

Bank Indonesia mempunyai tujuan menjaga kestabilan nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan. Untuk menjalankan mandat tersebut, BI mengelola kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

Artinya, Gubernur BI tidak hanya berbicara mengenai pergerakan dolar Amerika. Keputusan bank sentral juga berkaitan dengan suku bunga, jumlah uang dan likuiditas yang beredar, kelancaran kredit perbankan, transaksi QRIS, BI-FAST, serta daya tahan sistem keuangan ketika terjadi tekanan global.

Pemimpin BI memimpin Rapat Dewan Gubernur yang menentukan arah kebijakan tersebut. Karena itu, kemampuan menjaga kredibilitas, membaca risiko, dan menjelaskan keputusan kepada publik menjadi penting. Pasar biasanya bereaksi bukan hanya terhadap kebijakan, tetapi juga terhadap seberapa konsisten dan dapat dipercaya komunikasi bank sentral.

3. Suku bunga BI dapat memengaruhi cicilan masyarakat

Infografis keputusan BI-Rate Juli 2026
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur 21–22 Juli 2026. (bi.go.id)

Pada Juli 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen setelah sebelumnya menaikkan suku bunga untuk memperkuat stabilitas rupiah dan menjaga inflasi. Perubahan BI-Rate tidak langsung membuat seluruh bunga kredit naik atau turun pada hari yang sama, tetapi dapat memengaruhi biaya dana perbankan dan arah bunga pinjaman secara bertahap.

Bagi masyarakat, dampaknya dapat terlihat pada bunga kredit rumah, kendaraan, modal usaha, dan pinjaman lainnya. Suku bunga yang tinggi membantu menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi, tetapi juga berpotensi membuat biaya pinjaman lebih mahal. Sebaliknya, penurunan suku bunga dapat mendorong kredit dan konsumsi, tetapi harus mempertimbangkan risiko inflasi serta tekanan terhadap nilai tukar.

Di sinilah Gubernur BI menghadapi pilihan yang tidak sederhana. Bank sentral harus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Kebijakan yang terlalu longgar dapat meningkatkan tekanan terhadap rupiah, sedangkan kebijakan terlalu ketat berisiko menahan konsumsi, investasi, dan ekspansi usaha.

4. Rupiah yang melemah dapat menaikkan biaya hidup

Ilustrasi stabilitas rupiah dan tekanan inflasi global
Ilustrasi Tinjauan Kebijakan Moneter Mei 2026 yang membahas stabilitas nilai tukar rupiah dan tekanan inflasi global. (bi.go.id)

Dilansir Reuters, rupiah sempat menyentuh level terendah Rp18.190 per dolar Amerika pada 8 Juni 2026. Pelemahan rupiah membuat barang dan bahan baku impor menjadi lebih mahal, mulai dari energi, mesin, komponen elektronik, obat-obatan tertentu, hingga bahan pendukung industri.

Kenaikan biaya impor tidak selalu langsung diteruskan kepada konsumen. Namun, apabila pelemahan rupiah berlangsung lama, produsen dan pedagang dapat menyesuaikan harga untuk menutup kenaikan biaya. Akibatnya, tekanan nilai tukar akhirnya dapat terasa melalui harga barang dan jasa sehari-hari.

BI telah menggunakan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah, termasuk intervensi di pasar valuta asing, pembelian surat berharga, serta pengelolaan likuiditas. Destry sebelumnya menegaskan BI akan menggunakan instrumen moneter secara terukur dan tepat waktu untuk merespons volatilitas global.

5. Independensi BI menjadi perhatian pasar

Sampul buku Kebanksentralan Konsep dan Kebijakan
Sampul buku Kebanksentralan: Konsep dan Kebijakan yang diterbitkan BI Institute pada 2026. (bi.go.id/BI Institute)

Pergantian Gubernur BI terjadi ketika pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pada saat yang sama, bank sentral harus tetap menjalankan kebijakan berdasarkan kebutuhan menjaga inflasi, rupiah, dan stabilitas sistem keuangan. Reuters melaporkan proses pencalonan pemimpin baru BI diawasi investor karena muncul kekhawatiran mengenai independensi kebijakan bank sentral.

Independensi tidak berarti BI bekerja sendiri tanpa berkoordinasi dengan pemerintah. Kebijakan moneter dan fiskal tetap perlu saling mendukung, tetapi keputusan bank sentral harus didasarkan pada analisis ekonomi dan mandat kelembagaannya. Koordinasi diperlukan untuk menjaga pertumbuhan, sedangkan independensi dibutuhkan agar keputusan tidak semata-mata mengikuti kepentingan jangka pendek.

Dalam forum Bank Indonesia pada 4 Agustus 2026, Destry menekankan pentingnya kredibilitas kelembagaan, komunikasi kebijakan, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Ia mengatakan BI berkomitmen memperkuat riset yang relevan untuk mendukung perumusan kebijakan di tengah perubahan ekonomi dan keuangan global.

Pergantian Gubernur BI bukan sekadar pergantian jabatan di sebuah lembaga negara. Pemimpin yang terpilih akan menghadapi pekerjaan besar untuk menjaga rupiah, mengendalikan inflasi, mendukung pembiayaan produktif, serta mempertahankan kepercayaan publik dan pasar. Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan tersebut akan dinilai melalui hal yang paling dekat dengan masyarakat: harga yang terkendali, cicilan yang terjangkau, dan kegiatan usaha yang tetap bergerak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More