Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stasiun Bekasi Timur Kembali Normal, Layani Penumpang Lagi
Stasiun Bekasi Timur. (dok. KCI)
  • Stasiun Bekasi Timur kembali beroperasi sejak 29 April 2026 setelah ditutup akibat tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line PLB 5568.
  • KAI Commuter mencatat peningkatan volume pengguna setiap hari, menandakan aktivitas di Stasiun Bekasi Timur mulai pulih seiring proses normalisasi jalur rel yang terus berjalan.
  • Operasional dan ketepatan waktu KRL rute Cikarang berangsur membaik, dengan keterlambatan rata-rata turun dari 25 menit menjadi sekitar 9–10 menit setelah evakuasi dan perbaikan jalur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Terjadi tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line PLB 5568 di Stasiun Bekasi Timur pada malam hari. Stasiun ditutup setelah kejadian tersebut.

29 April 2026

Stasiun Bekasi Timur kembali dibuka pukul 14.00 WIB setelah dilakukan uji coba operasional. Volume pengguna mencapai ribuan orang yang naik dan turun di stasiun ini.

30 April 2026

Jumlah pengguna meningkat dengan lebih dari delapan ribu penumpang naik dan sembilan ribu turun di Stasiun Bekasi Timur. Layanan perjalanan Commuter Line Cikarang mulai kembali normal.

1 Mei 2026

Volume pengguna mencapai sekitar 14 ribu orang pada awal libur panjang akhir pekan. Rata-rata keterlambatan keberangkatan berkurang menjadi sekitar 15 menit.

2 Mei 2026

Volume pengguna yang naik sebanyak lebih dari delapan ribu orang dan hampir sembilan ribu yang turun di Stasiun Bekasi Timur. Keterlambatan perjalanan berkurang menjadi sekitar 9–10 menit.

3 Mei 2026

KAI Commuter menyatakan operasional Stasiun Bekasi Timur terus berangsur normal hingga hari Minggu ini, dengan volume pengguna yang terus bertambah.

kini

Proses normalisasi jalur rel masih berlangsung dan menunjukkan perkembangan positif menurut KAI Commuter.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Stasiun Bekasi Timur kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line PLB 5568.
  • Who?
    KAI Commuter melalui VP Corporate Secretary Karina Amanda menyampaikan perkembangan operasional stasiun dan kondisi perjalanan KRL Cikarang.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menjadi lokasi tabrakan dan kini telah kembali melayani penumpang.
  • When?
    Tabrakan terjadi pada Senin malam, 27 April 2026. Stasiun dibuka kembali pada Rabu, 29 April 2026 pukul 14.00 WIB, dengan pemulihan berlangsung hingga awal Mei 2026.
  • Why?
    Penutupan dilakukan untuk proses evakuasi dan normalisasi jalur rel pascatabrakan maut yang menyebabkan gangguan operasional di lintasan tersebut.
  • How?
    KAI Commuter melakukan uji coba operasional bertahap, memperbaiki jalur rel, serta menambah jumlah perjalanan hingga layanan dan volume pengguna berangsur normal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua kereta tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, satu namanya Argo Bromo Anggrek dan satu lagi KRL Commuter Line. Setelah itu stasiunnya ditutup sebentar. Sekarang stasiun sudah buka lagi dan banyak orang naik turun kereta di sana. Jalur rel masih diperbaiki tapi sudah makin baik, dan keretanya juga makin tepat waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemulihan operasional Stasiun Bekasi Timur menunjukkan kemajuan yang menggembirakan setelah insiden berat yang sempat menghentikan layanan. Dalam waktu singkat, volume pengguna meningkat pesat dan perjalanan KRL Cikarang berangsur normal dengan keterlambatan yang terus menurun. Perkembangan ini mencerminkan efektivitas upaya normalisasi jalur serta kepercayaan masyarakat yang perlahan pulih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Stasiun Bekasi Timur telah beroperasi kembali sejak Rabu (29/4/2026) lalu, setelah terjadinya tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line PLB 5568 di lokasi tersebut, Senin (27/4/2026) malam.

Stasiun itu ditutup sejak kejadian dan baru dibuka lagi pada Rabu (29/4/2026) pukul 14.00 WIB.

KAI Commuter (KCI) menyatakan, hingga Minggu (3/5/2026), operasional Stasiun Bekasi Timur terus berangsur normal.

“Volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur juga berangsur normal kembali dan bahkan terus bertambah setelah stasiun ini kembali melayani naik-turun pengguna,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dikutip dari keterangan resmi.

1. Normalisasi jalur masih terus dilakukan

Stasiun Bekasi Timur. (dok. KCI)

Karina mengatakan, hingga saat ini proses normalisasi jalur rel terus berjalan dan menunjukkan perkembangan yang positif.

Berdasarkan data KAI Commuter, usai uji coba pada Rabu mulai pukul 14.00 WIB hingga jadwal terakhir, volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur mencapai 5.266 orang yang naik dan 2.820 orang yang turun.

Sedangkan, pada Kamis (30/4/2026), tercatat sebanyak 8.188 orang yang naik dan 9.268 orang yang turun di stasiun tersebut. Pada awal libur panjang akhir pekan ini, tercatat volume pengguna pada Jumat (1/5/2026), sudah menyentuh angka 14 ribu.

"Pada Sabtu kemarin, volume pengguna yang naik sebanyak 8.412 orang dan 9.275 orang yang turun di Stasiun Bekasi Timur,” ujar Karina.

2. Operasional KRL rute Cikarang terus membaik

Stasiun Bekasi Timur. (Dok. KAI)

Kondisi operasional perjalanan KRL Commuter Line Cikarang juga terus membaik. Mulai Kamis kemarin, jumlah layanan perjalanan Commuter Line Cikarang kembali normal.

KCI mengoperasikan sebanyak 281 perjalanan di lintas Cikarang setiap harinya.

3. Ketepatan waktu KRL Cikarang belum normal, tapi terus membaik

Stasiun Bekasi Timur. (dok. KCI)

Di sisi ketepatan waktu perjalanan juga terus membaik. Keterlambatan waktu perjalanan makin berkurang pascaproses evakuasi. Pada Kamis, rata-rata keterlambatan keberangkatan adalah 25 menit dan pada Jumat berkurang menjadi 15 menit.

Pada Sabtu, rata-rata keterlambatan keberangkatan perjalanan Commuter Line Cikarang kembali berkurang hingga 9-10 menit seiring terus dilakukannya proses normalisasi jalur rel.

“Tren ini menunjukkan normalisasi mobilitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur,” kata Karina.

Editorial Team