Prabowo Minta Kampus Cetak SDM Buat Kebut Hilirisasi

- Presiden Prabowo meminta perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang siap memenuhi kebutuhan SDM untuk percepatan industri hilirisasi di berbagai sektor strategis nasional.
- Kementerian Pendidikan Tinggi diminta memetakan kebutuhan tenaga ahli agar pengembangan industri tidak terkendala kekurangan atau ketidaksesuaian kompetensi lulusan.
- Prabowo menekankan proyek hilirisasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat melalui evaluasi berbasis pendekatan ilmiah.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memastikan lulusan perguruan tinggi mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung percepatan industri hilirisasi di berbagai sektor.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan arahan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima dirinya di Istana Kepresidenan. Pihaknya diminta memastikan ketersediaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri yang akan dikembangkan.
"Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita tuh nantinya betul-betul bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industri hilirisasi yang memang tidak sedikit itu kan ya," kata dia dikutip Jumat (26/6/2026).
1. Hilirisasi di berbagai sektor dikebut

Brian menjelaskan percepatan hilirisasi yang didorong Prabowo melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencakup berbagai bidang. Mulai dari mineral, akuakultur, budidaya perikanan, hingga pengembangan industri farmasi.
Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan pengembangan mobil nasional, motor nasional, serta berbagai program hilirisasi lainnya yang menjadi bagian dari agenda industrialisasi.
"Intinya adalah bagaimana percepatan ya, industri hilirisasi yang diminta Bapak Presiden bersama Danantara ya, banyak program," ujar dia.
2. Diminta petakan kebutuhan tenaga ahli

Brian mengatakan pihaknya juga diminta memetakan kebutuhan SDM agar percepatan pengembangan industri tidak terkendala kekurangan tenaga kerja maupun ketidaksesuaian kompetensi lulusan perguruan tinggi.
Menurut dia, kebutuhan tenaga ahli di bidang tertentu, seperti kelistrikan, harus disesuaikan dengan jumlah lulusan yang tersedia. Karena itu, pihaknya diminta menghitung kebutuhan tersebut agar dapat mendukung pengembangan industri yang tengah dipercepat.
"Jadi kami diminta betul-betul memastikan jangan sampai nanti industri yang akan di-boosting ini, akan dikembangkan secara cepat ini, kemudian mengalami kekurangan SDM ataupun SDM-nya nanti enggak sesuai," paparnya.
3. Prabowo minta proyek hilirisasi adaptif terhadap teknologi

Sebelumnya, Prabowo menegaskan proyek hilirisasi nasional harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat. Hal itu disampaikan saat groundbreaking proyek hilirisasi tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 April 2026.
Prabowo meminta seluruh proyek strategis dievaluasi secara objektif dan berbasis pendekatan ilmiah. Menurutnya, pemerintah harus berani mengubah rencana apabila tersedia teknologi yang lebih unggul.
"Kalau hari ini terjadi perkembangan teknologi, kita bisa mendapat teknologi yang lebih bagus, teknologi yang lebih murah, menghasilkan sesuatu yang lebih untung bagi rakyat, kita harus berani mengubah rencana,” kata Prabowo.

















