Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Strategi Bisnis Heartology Kembangkan Layanan Jantung Kasus Kompleks

5 min read
Strategi Bisnis Heartology Kembangkan Layanan Jantung Kasus Kompleks
Heartology Cardiovascular Hospital mengembangkan layanan intervensi jantung melalui prosedur Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI). (Dok. Istimewa)
  • Heartology mengembangkan prosedur TPVI, penggantian katup pulmonal melalui kateter tanpa operasi terbuka, untuk menangani kasus jantung kompleks seperti pasien dengan riwayat Tetralogy of Fallot.
  • Pelaksanaan TPVI didukung kateterisasi dan transesophageal echocardiography untuk evaluasi anatomi, struktur, serta fungsi jantung; kelayakan tindakan ditentukan berdasarkan kondisi klinis dan anatomi pasien.
  • Rumah sakit melibatkan tim multidisiplin dan kolaborasi dengan kardiolog intervensi internasional dalam prosedur TPVI, sebagai bagian penguatan kapabilitas layanan kardiovaskular dewasa maupun anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Persaingan industri layanan kesehatan mendorong rumah sakit untuk terus mengembangkan kapabilitas, termasuk dalam menangani kasus medis yang kompleks. Salah satu upaya yang dilakukan Heartology Cardiovascular Hospital adalah mengembangkan layanan intervensi jantung melalui prosedur Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI).

Prosedur ini merupakan metode penggantian katup pulmonal melalui kateter tanpa perlu membuka rongga dada seperti dalam operasi jantung terbuka. Heartology menyebut tindakan tersebut sebagai prosedur TPVI ketiga di Indonesia dan yang pertama dilakukan di rumah sakit tersebut, berdasarkan catatan internal perusahaan.

Pengembangan layanan ini melibatkan tim medis multidisiplin, penggunaan teknologi pencitraan jantung, serta kolaborasi dengan dokter internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Heartology memperkuat kapabilitas dalam menangani berbagai kondisi kardiovaskular, termasuk kasus yang memerlukan pendekatan medis khusus.

Berikut tiga aspek pengembangan layanan Heartology yang dapat dilihat dari sisi strategi bisnis rumah sakit.

  1. 1. Kembangkan layanan khusus untuk menangani kasus jantung kompleks

    WhatsApp Image 2026-10-22 at 7.12.36 PM.jpeg
    Heartology Cardiovascular Hospital mengembangkan layanan intervensi jantung melalui prosedur Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI). (Dok. Istimewa)

    Heartology mengembangkan layanan kardiovaskular untuk menangani berbagai kondisi jantung, termasuk kelainan katup pulmonal pada pasien dengan riwayat penyakit jantung bawaan. Salah satu contohnya adalah prosedur TPVI yang dilakukan terhadap seorang pasien perempuan berusia 25 tahun dengan riwayat Tetralogy of Fallot (ToF).

    Pasien tersebut telah menjalani operasi koreksi kelainan jantung bawaan saat berusia satu tahun empat bulan, pemasangan implantable cardioverter-defibrillator (ICD) pada usia 19 tahun, serta kembali mengalami insufisiensi atau kebocoran katup pulmonal pada usia 24 tahun.

    Dalam kondisi tersebut, tim medis mempertimbangkan pendekatan transkateter sebagai alternatif operasi jantung terbuka. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasien dan hasil evaluasi medis.

    dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Consultant of Pediatric Cardiology & Congenital Heart Disease Heartology Cardiovascular Hospital, menjelaskan bahwa pasien dengan riwayat ToF membutuhkan pemantauan jangka panjang, bahkan setelah menjalani operasi koreksi.

    “Pada pasien dengan riwayat Tetralogy of Fallot, penanganan tidak selalu berhenti setelah koreksi kelainan jantung bawaan dilakukan. Seiring waktu, sebagian pasien dapat mengalami gangguan lanjutan, termasuk kebocoran katup pulmonal. Karena itu, pemantauan jangka panjang dan evaluasi kondisi jantung menjadi penting untuk menentukan apakah pasien memerlukan penanganan lebih lanjut. Pada pasien yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menjalani operasi ulang, pendekatan transkateter dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan berdasarkan kondisi klinis dan anatomi pasien,” ujar dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).

    Dari perspektif bisnis, pengembangan layanan khusus seperti ini dapat menjadi bagian dari strategi rumah sakit untuk memperluas kemampuan penanganan kasus kompleks. Namun, rilis tersebut belum memuat informasi mengenai nilai investasi, potensi pendapatan, maupun dampak layanan TPVI terhadap kinerja bisnis Heartology.

  2. 2. Manfaatkan teknologi medis untuk memperkuat kapabilitas layanan

    WhatsApp Image 2026-10-22 at 7.12.37 PM (1).jpeg
    Head of Corporate Communication Astra, Windy Riswantyo. (Dok. Astra)

    Selain mengembangkan jenis layanan, Heartology menggunakan teknologi medis untuk mendukung pelaksanaan prosedur TPVI. Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung, kemudian menempatkan katup buatan pada lokasi yang telah ditentukan berdasarkan evaluasi anatomi dan kebutuhan klinis pasien.

    Pada pasien yang memenuhi kriteria klinis dan anatomi, pendekatan transkateter tidak memerlukan pembukaan rongga dada. Metode ini berpotensi mengurangi trauma pembedahan dan mendukung pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi jantung terbuka, meskipun hasilnya tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

    Prosedur tersebut juga menggunakan pemeriksaan transesophageal echocardiography (TEE) untuk membantu dokter memperoleh gambaran struktur jantung secara lebih detail. Pemeriksaan ini mendukung evaluasi struktur dan fungsi katup serta penilaian hasil tindakan selama prosedur.

    Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Interventional Cardiologist dan Electrophysiologist Heartology Cardiovascular Hospital, menjelaskan pentingnya perencanaan sebelum tindakan dilakukan.

    “TPVI bukan sekadar memasang katup baru. Kami harus memastikan kondisi pasien sesuai untuk tindakan ini, memahami anatomi jantung, serta menentukan strategi pemasangan yang tepat. Pada pasien dengan riwayat operasi sebelumnya, perencanaan menjadi semakin penting karena setiap pasien memiliki karakteristik dan tantangan klinis yang berbeda,” ujar Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Interventional Cardiologist dan Electrophysiologist Heartology Cardiovascular Hospital.

    Sementara itu, dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist dan Echocardiologist Heartology Cardiovascular Hospital, menyoroti peran pemeriksaan pencitraan dalam prosedur tersebut.

    “Dalam tindakan kompleks seperti TPVI, evaluasi struktur dan fungsi jantung sangat penting. Ekokardiografi membantu memberikan informasi tambahan bagi tim medis untuk memahami kondisi katup dan menilai hasil tindakan sesuai kebutuhan klinis pasien,” ujar dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist dan Echocardiologist Heartology Cardiovascular Hospital.

    Penggunaan teknologi medis yang sesuai menjadi salah satu unsur dalam pengembangan kapabilitas rumah sakit. Meski demikian, rilis belum merinci nilai pengadaan perangkat, biaya operasional prosedur, ataupun rencana investasi teknologi lanjutan dari Heartology.

  3. 3. Perkuat kolaborasi tenaga medis dan keahlian internasional

    WhatsApp Image 2026-10-22 at 7.12.37 PM (2).jpeg
    Heartology Cardiovascular Hospital mengembangkan layanan intervensi jantung melalui prosedur Transcatheter Pulmonary Valve Implantation (TPVI). (Dok. Istimewa)

    Pengembangan layanan TPVI di Heartology juga melibatkan kolaborasi sejumlah dokter dengan keahlian berbeda. Tim medis rumah sakit terdiri dari dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), sebagai konsultan kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan; dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), sebagai konsultan kardiologi dan ekokardiografi; serta Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), sebagai ahli kardiologi intervensi dan elektrofisiologi.

    Tindakan ini turut melibatkan Gurbhej Singh, MD, seorang interventional cardiologist dari Christian Medical College and Hospital. Prosedur dilakukan dengan menggunakan katup The Myval THV dari Meril Life Sciences.

    Kolaborasi tersebut mendukung pertukaran pengalaman dan keahlian dalam menangani kasus intervensi katup pulmonal yang kompleks. Keterlibatan tenaga medis dengan kompetensi berbeda juga memungkinkan proses penanganan dilakukan melalui evaluasi yang mempertimbangkan berbagai aspek kondisi pasien.

    Bagi rumah sakit, pengembangan kompetensi tenaga medis dan kolaborasi lintas institusi merupakan salah satu aspek yang dapat mendukung peningkatan kapabilitas layanan. Dalam konteks Heartology, langkah ini berjalan beriringan dengan pengembangan prosedur intervensi katup pulmonal.

    Heartology Cardiovascular Hospital merupakan pusat layanan jantung dan pembuluh darah yang menangani pasien dewasa maupun anak. Melalui pengembangan layanan, pemanfaatan teknologi medis, dan kolaborasi multidisiplin, rumah sakit tersebut berupaya memperkuat kemampuannya dalam menangani berbagai kondisi kardiovaskular.

    Ke depan, dampak pengembangan layanan ini terhadap posisi bisnis Heartology masih memerlukan data tambahan, seperti rencana investasi, kapasitas layanan, jumlah pasien, serta kontribusi layanan baru terhadap pendapatan rumah sakit.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More