Datang ke kedai kopi yang estetik terkadang menghadirkan satu hal yang cukup mengusik, yaitu kursinya terlihat menarik tetapi terasa kurang nyaman setelah diduduk beberapa lama. Dudukan keras, sandaran tegak, atau ukuran kursi yang relatif kecil mungkin terlihat sebagai kekurangan biasa dalam pemilihan furnitur. Padahal, pada beberapa konsep kedai kopi, karakter kursi semacam ini dapat berkaitan dengan strategi pengelolaan ruang dan perilaku pelanggan.
Pemilihan furnitur dalam bisnis kuliner memang gak hanya mempertimbangkan tampilan, tetapi juga fungsi, kapasitas ruangan, karakter pelanggan, sampai perputaran meja. Kursi yang gak terlalu nyaman bahkan dapat membantu menciptakan pola kunjungan tertentu tanpa harus meminta pelanggan segera meninggalkan tempat setelah selesai menikmati pesanannya.
Daripada terus merasa heran saat menjumpai kursi semacam ini, yuk pahami beberapa strategi yang mungkin berada di balik pemilihannya.
