Strategi Pertamina Kejar Swasembada Energi: Integrasi Bisnis Hilir

- Pertamina fokus pada integrasi bisnis hilir untuk perkuat rantai pasok dan tingkatkan efisiensi distribusi energi.
- Peran Pertamina dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi di Sumatra serta partisipasi dalam Program Koperasi Desa Merah Putih.
- Temuan antrean truk beroda 10 yang hendak mengisi solar subsidi di SPBU, menimbulkan apresiasi respons cepat Pertamina dalam menjaga pasokan energi di wilayah terdampak bencana.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya mendukung target swasembada energi dan penguatan ekonomi rakyat sebagaimana tertuang dalam visi Asta Cita pemerintah. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus membenahi struktur bisnis guna meningkatkan efisiensi dan memperkuat ketahanan operasional.
"Salah satu langkah strategis yang ditempuh ialah integrasi bisnis hilir melalui pembentukan Subholding Downstream," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).
1. Perkuat rantai pasok dan tingkatkan efisiensi distribusi energi

Menurut Simon, integrasi ini bertujuan memperkuat rantai pasok dan meningkatkan efisiensi distribusi energi, sekaligus memastikan keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.
“Melalui dukungan berbagai pihak dan pertimbangan matang, kami melakukan integrasi bisnis hilir melalui Subholding Downstream untuk memperkuat sistem distribusi energi nasional,” ujar Simon.
2. Perkuat ekosistem distribusi energi di wilayah bencana hidrometeorologi

Pertamina juga memaparkan perannya dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi di Sumatra serta partisipasi dalam Program Koperasi Desa Merah Putih. Dukungan ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem distribusi energi hingga tingkat desa dan memastikan akses energi tetap terjaga.
Simon menambahkan, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat agar program berjalan tertib, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
3. Ada sejumlah temuan antrean di SPBU

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mengungkapkan temuan saat inspeksi mendadak di SPBU KM 13 Balikpapan Utara, di mana terdapat antrean truk beroda 10 yang hendak mengisi solar subsidi.
Setelah ditelusuri, kendaraan tersebut seharusnya menggunakan solar industri dan tidak berhak menerima subsidi. Sesuai ketentuan, solar subsidi diperuntukkan bagi angkutan umum dan kendaraan pengangkut bahan pokok tertentu.
“Antrean sengaja dilakukan bukan karena pasokan atau pelayanan Pertamina kurang, namun untuk mengambil selisih harga solar subsidi. Sehingga berapapun yang dikirim Pertamina, pasti akan habis,” ujar Nurdin.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi respons cepat Pertamina dalam menjaga pasokan energi di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Saya ucapkan terima kasih atas gerak cepat Pertamina membantu permasalahan bencana di Sumatra Barat, Aceh dan Sumatra Utara. Pengiriman BBM direspons cepat. Pertamina merupakan salah satu BUMN yang responsif,” ujar Andre.


















