Jakarta, IDN Times - Pemerintah memperkirakan anggaran subsidi dan kompensasi energi untuk bahan bakar minyak (BBM) hingga listrik bakal membengkak hingga Rp525,9 triliun pada akhir Desember 2026. Angka tersebut meningkat dari target awal akibat tekanan gejolak ekonomi global.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan lonjakan tersebut menjadi beban yang harus ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal itu disampaikan dalam Ngobrol Seru by IDN Times dengan tema "Subsidi Energi dan Ketahanan Energi: Menata Reformasi Subsidi untuk Indonesia yang Lebih Tangguh".
"Estimasi kami akhir tahun, nanti 31 Desember, kita memerlukan Rp526 triliun. Untuk subsidi dan kompensasi energi, artinya BBM dan listrik, dan yang tadi saya sebutkan, Rp526 triliun. Nah, ini yang harus kita tanggung," kata Suahasil di IDN HQ, Rabu (5/8/2026).
