Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tabungan Simpeda BPD Capai Rp74,86 Triliun, Kepercayaan Nasabah Naik
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
  • Hingga Juni 2026, saldo Tabungan Simpeda di BPD seluruh Indonesia mencapai Rp74,86 triliun, mencerminkan kepercayaan masyarakat dan mendukung pembiayaan UMKM serta ekonomi daerah.
  • Asbanda mendorong Simpeda menjadi layanan yang lebih modern, digital, mudah digunakan, serta terintegrasi untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, dan kebutuhan finansial harian.
  • BPD meminta kesempatan setara sebagai penyalur atau mitra pemerintah; total aset 27 BPD mencapai Rp1.043 triliun, dengan likuiditas dinilai penting bagi pembangunan daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hingga Juni 2026

Saldo tabungan Simpeda yang dihimpun BPD se-Indonesia mencapai sekitar Rp74,86 triliun. Pada periode yang sama, total aset 27 BPD sekitar Rp1.043 triliun, dengan kredit Rp673 triliun dan DPK Rp770 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Saldo Tabungan Simpeda yang dihimpun BPD se-Indonesia mencapai sekitar Rp74,86 triliun hingga Juni 2026, disertai dorongan penguatan transformasi digital dan fungsi transaksional.
  • Who?
    Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah, Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo, serta nasabah Simpeda terlibat dalam perkembangan ini.
  • Where?
    Penghimpunan dana Simpeda berlangsung melalui BPD di seluruh Indonesia; informasi capaian tersebut disampaikan di Jakarta.
  • When?
    Capaian saldo Simpeda, total aset, kredit, dan Dana Pihak Ketiga BPD tercatat hingga Juni 2026.
  • Why?
    Asbanda mendorong pengembangan Simpeda karena nasabah memerlukan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman, digital, dan terhubung dengan kebutuhan transaksi sehari-hari.
  • How?
    BPD didorong meningkatkan pengalaman digital Simpeda dan memperluas penggunaannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, serta layanan finansial lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tabungan Simpeda di bank daerah seluruh Indonesia punya uang sekitar Rp74,86 triliun sampai Juni 2026. Pak Agus dari Asbanda bilang banyak orang percaya pada bank daerah. Uang tabungan itu bisa dipakai membantu usaha kecil dan daerah. Sekarang bank daerah ingin Simpeda lebih mudah, cepat, aman, dan bisa dipakai bayar, kirim uang, serta belanja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Capaian Simpeda menunjukkan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap BPD sekaligus menyediakan basis dana yang dikelola secara prudent untuk pembiayaan masyarakat, UMKM, dan dunia usaha. Dorongan transformasi digital juga membuka ruang agar layanan tetap dekat dengan kebutuhan sehari-hari, lebih mudah digunakan, serta didukung tata kelola dan manajemen risiko yang baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tabungan Simpeda memasuki babak baru dengan memperkuat transformasi digital dan fungsi transaksional. Hingga Juni 2026, saldo tabungan Simpeda yang dihimpun Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia mencapai sekitar Rp74,86 triliun.

Ketua Umum Asbanda, Agus H. Widodo, mengatakan, pencapaian saldo Simpeda mencerminkan besarnya kepercayaan masyarakat kepada BPD di seluruh Indonesia.

"Rp75 triliun bukan sekedar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah," ujar Agus.

1. Tantangan Simpeda ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah rekening dan saldo

ilustrasi menyiapkan tabungan dengan matang (freepik.com/gratispik)

Menurut Agus, tantangan Simpeda ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah rekening dan saldo, tetapi juga memastikan produk tersebut mampu mengikuti perubahan perilaku nasabah.

"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah," kata Agus.

2. Asbanda mendorong BPD untuk terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda

Ilustrasi tabungan (Pexels/ Tima Miroshnichenko)

Dia mengatakan, nasabah saat ini membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman, serta terhubung dengan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Asbanda mendorong BPD untuk terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda sekaligus memperluas pemanfaatannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, dan layanan finansial lainnya.

3. BPD harus dapat kesempatan setara

ilustrasi tabungan di rumah (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Sebelumnya, Agus mengatakan, BPD perlu mendapat kesempatan yang setara untuk menjadi bank penyalur maupun mitra pemerintah, sepanjang memenuhi standar teknologi, tata kelola, layanan dan manajemen risiko.

"Kami tidak meminta proteksi. Kami meminta level playing field. BPD harus siap berkompetisi melalui kualitas layanan, kapabilitas digital dan governance," ujar Agus.

Data penguatan likuiditas BPD penting karena berkaitan langsung dengan kapasitas pembangunan daerah. Hingga Juni 2026, total aset 27 BPD mencapai sekitar Rp1.043 triliun, dengan kredit sekitar Rp673 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp770 triliun.

Menurut dia, secara fundamental kondisi BPD masih sehat, tetapi pertumbuhan fungsi intermediasi di tengah tekanan terhadap sumber pendanaan perlu dicermati agar tidak mendorong kenaikan cost of fund yang pada akhirnya dapat membatasi kemampuan BPD menyalurkan pembiayaan secara kompetitif.

"Likuiditas BPD bukan semata-mata persoalan neraca bank. Likuiditas BPD adalah bagian dari kapasitas pembangunan daerah," ucap Agus.

Curated For You

Editorial Team

Related Article