Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teddy Ungkap Alasan Harga Pertamax Naik, Sebut di Indonesia Lebih Murah
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 dan Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter karena mengikuti lonjakan harga minyak dunia sejak Maret 2026.
  • Teddy Indra Wijaya menegaskan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak naik, sementara harga Pertamax masih lebih murah dibanding negara ASEAN lain.
  • Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi di Bundaran HI menuntut penurunan harga BBM serta lima poin protes terhadap kebijakan pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Teddy bilang harga Pertamax naik jadi enam belas ribu dua ratus lima puluh karena harga minyak dunia juga naik. Pertalite dan Solar tidak naik karena itu bensin subsidi. Kata Teddy, bensin di Indonesia masih lebih murah dari negara lain. Tapi banyak mahasiswa marah dan demo di Bundaran HI minta harga diturunkan sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menjelaskan alasan pemerintah menaikkan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) dijual Rp17.000 per liter. Teddy mulanya menjelaskan perbedaan BBM subsidi dan non-subsidi.

"Mengapa harga Pertamax disesuaikan oleh Pertamina? Pertamax adalah BBM Non-Subsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia. Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar. Harga BBM Subsidi tidak naik. Pertalite Rp10.000, Solar Rp6.800," tulis Teddy dalam unggahannya di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jumat (12/6/2026).

1. Harga minyak dunia naik drastis

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (IDN Times/Trio Hamdani)

Teddy menyampaikan, harga Pertamax naik karena harga minyak dunia naik drastis sejak Maret 2026. Menurutnya, pemerintah sudah menahan kenaikan harga Pertamax berbulan-bulan.

"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," ujarnya.

2. Harga BBM Indonesia masih lebih murah dibanding negara lain

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Teddy kemudian menyampaikan, meski harga Pertamax naik, harga BBM di Indonesia dianggap masih murah dibanding negara ASEAN lainnya.

"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," kata Teddy.

Berikut harga BBM di negara ASEAN berdasarkan unggahan Sekretariat Kabinet:

Global Petrol Prices (per 11 Juni 2026)

  • Indonesia Rp16.260

  • Filipina Rp22.158

  • Laos Rp31.945

  • Thailand Rp28.910

  • Myanmar Rp25.085

  • Singapura Rp42.971.

Sumber: Petrol Price, GasWatch

3. Mahasiswa demo turunkan harga Pertamax

Mahasiswa UI diadang TNI untuk bisa berunjuk rasa di Bunderan Hotel Indonesia (HI). (IDN Times/Santi Dewi)

Pada Jumat (12/6/2026), mahasiswa berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menuntut 5 hal kepada pemerintah. Aksi diwarnai insiden dorong-dorongan antara massa aksi dan aparat kepolisian.

​Kampus-kampus yang dipastikan ikut serta dalam aksi hari ini adalah BEM UI dan 15 BEM Fakultas yang ada di UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, BEM UIN, Pembebasan dan Semar UI.

“Seribu lebih mahasiswa akan turun ke Bundaran HI,” kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan kepada IDN Times.

BEM UI juga mengundang kepada seluruh elemen masyarakat; mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta siapapun yang merasakan bahwa negara ini sedang berjalan ke arah yang salah.

Terdapat lima tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut:

1. Stop pemborosan APBN

2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

4. Hentikan militerisme di ranah sipil

5. Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

Editorial Team

Related Article