Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menjelaskan alasan pemerintah menaikkan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 (RON 95) dijual Rp17.000 per liter. Teddy mulanya menjelaskan perbedaan BBM subsidi dan non-subsidi.
"Mengapa harga Pertamax disesuaikan oleh Pertamina? Pertamax adalah BBM Non-Subsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia. Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar. Harga BBM Subsidi tidak naik. Pertalite Rp10.000, Solar Rp6.800," tulis Teddy dalam unggahannya di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jumat (12/6/2026).
