Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Zulhas: Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket tapi Infrastruktur Pemerintah

Zulhas: Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket tapi Infrastruktur Pemerintah
Konferensi pers rapat koordinasi tata kelola penyelenggaraan Kopdes Merah Putih. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Zulhas menegaskan Kopdes Merah Putih bukan supermarket, melainkan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang subsidi dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
  • Kopdes akan menjadi offtaker hasil panen petani, terutama gabah atau beras, dengan peluang membeli sesuai harga pemerintah melalui kerja sama dengan Bulog.
  • Mentan Amran menyebut Kopdes dapat memperpendek rantai pasok, meningkatkan nilai bagi petani, menjaga daya beli konsumen, serta memudahkan distribusi pupuk subsidi hingga desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan, Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih atau Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukanlah supermarket.

Usai rapat koordinasi tata kelola penyelenggaraan Kopdes Merah Putih, Zulhas mengatakan, Kopdes Merah Putih adalah infrastruktur pemerintah untuk penyediaan barang subsidi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Koperasi ini bukan supermarket. Kadang ada yang bertanya, teman-teman dulu itu koperasi itu supermarket. Jadi sekali lagi, koperasi ini adalah infrastruktur pemerintah untuk nanti menyalurkan barang-barang subsidi dan barang-barang bantuan pemerintah. Dia sebagai infrastruktur,” kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

1. Buat serap produk pertanian rakyat

Kopdes Merah Putih, Kementerian Koperasi, TNI
Ilustrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Selain itu, Zulhas mengatakan, Kopdes Merah Putih juga akan berperan sebagai penyerap atau offtaker hasil panen petani di sekitar area Kopdes. Komoditas utama yang disasar adalah gabah atau beras.

“Kalau di daerah gabahnya ditentukan di pemerintah Rp6.500, ternyata harganya tengkulak membeli Rp5 ribu. Maka koperasi bisa membeli Rp6.500 bekerja sama dengan Bulog,” tutur Zulhas.

2. Bisa kembangkan bisnis jadi desa wisata

IMG_2239.jpeg
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam agenda Rapat Koordinasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/7/2026). (IDN Times/ Zahira Hilman)

Apabila Kopdes Merah Putih sudah bisa beroperasi dengan baik, maka selanjutnya bisa mengembangkan bisnis menjadi desa wisata, dan lain-lain.

“Kalau koperasinya sudah bagus, di desa itu ada potensi berbagai hal, bisa saja koperasi mengembangkan ada desa wisata, ada desa tematik, ada macam-macam. Tetapi yang paling mendasar tadi infrastruktur dari sebagai offtaker,” ujar Zulhas.

3. Buat perpendek rantai pasok produk pertanian

Ilustrasi sawah
Ilustrasi sawah. (Dok. Kementan)

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, dengan menyerap hasil panen petani, Kopdes Merah Putih akan memotong rantai pasok menjadi lebih pendek, sehingga petani bisa mendapatkan nilai yang maksimal, dan daya beli konsumen bisa dijaga.

“Kami pernah hitung, sembilan komoditas itu nilainya untuk middle man, dia dapatkan keuntungan Rp313 triliun. Nah, katakanlah koperasi dapat Rp50 triliun saja, artinya apa? Ada Rp263 triliun itu bisa dinikmati petani, harga komoditas bisa naik, kemudian konsumen yang daya belinya naik, konsumen yang biasanya beli 1 kilo, bisa menjadi 1,5 kilo,” tutur Amran.

Dengan kehadiran Kopdes Merah Putih, pemerintah juga bisa menyalurkan pupuk subsidi ke setiap desa, sehingga lebih mudah dijangkau petani.

“Jadi pupuk nanti tidak lagi jauh petani-petani kita karena ada di desa, mengambil pupuk,” ujar Amran.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More