Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Kepemimpinan
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. (dok. Telkom)
  • Telkom menegaskan komitmen kesetaraan gender dengan target 32 persen karyawan perempuan dan 27 persen di level manajerial pada tahun 2030 sebagai bagian strategi keberlanjutan perusahaan.
  • Perusahaan mendorong perempuan berperan di fungsi strategis dan bidang teknologi, termasuk sektor STEM, guna memperkuat inovasi serta menciptakan organisasi yang inklusif dan adaptif.
  • Telkom menghadirkan lingkungan kerja inklusif melalui fasilitas seperti daycare dan ruang laktasi untuk mendukung produktivitas serta memperkuat peran perempuan dalam transformasi digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan komitmen untuk meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam kepemimpinan serta lingkungan kerja perusahaan.
  • Who?
    TelkomGroup melalui Direktur Utama Dian Siswarini menyampaikan langkah-langkah strategis untuk memperluas peran perempuan di berbagai level manajerial dan fungsi teknologi.
  • Where?
    Kegiatan dan kebijakan ini berlangsung di lingkungan TelkomGroup yang berpusat di Jakarta serta mencakup seluruh unit kerja perusahaan di Indonesia.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada tahun 2025 dengan target peningkatan keterwakilan perempuan hingga tahun 2030 sesuai rencana keberlanjutan perusahaan.
  • Why?
    Kebijakan ini dilakukan untuk mewujudkan organisasi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan melalui penerapan prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI).
  • How?
    Telkom mendorong partisipasi perempuan di posisi strategis, menyediakan fasilitas pendukung seperti daycare dan ruang laktasi, serta membuka akses pengembangan karier berbasis teknologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

1. Targetkan 27 persen perempuan di level manajerial pada 2030

Telkom menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan GoZero% - Sustainability Action by Telkom Indonesia, melalui pilar Empower Our People. (dok. Telkom)

Melalui implementasi prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI), TelkomGroup menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan hingga 32 persen dari total karyawan dan 27 persen di level manajerial pada 2030.

Pada 2025, proporsi perempuan di TelkomGroup tercatat mencapai 31,7 persen dari total karyawan, dengan 21 persen di antaranya telah menduduki posisi manajerial. Selain itu, keterwakilan perempuan di tingkat manajemen senior mencapai 14,0 persen, manajemen madya 23,2 persen, dan level pengawas 33,4 persen.

2. Perempuan didorong masuk fungsi strategis dan teknologi

Pegawai Telkom. (dok. Telkom)

TelkomGroup juga terus mendorong partisipasi perempuan di berbagai fungsi strategis, termasuk pada sektor berbasis teknologi. Saat ini, keterlibatan perempuan di fungsi revenue-generating tercatat sebesar 8,3 persen, serta di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) sebesar 8,1 persen.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa kesetaraan gender menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang inklusif dan inovatif.

“Kami percaya perempuan Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang sangat besar. Yang dibutuhkan adalah kesempatan yang setara untuk berkembang, mengaktualisasikan diri, serta mengambil peran strategis dalam kepemimpinan. Ketika akses itu dibuka, perempuan dapat memberi kontribusi nyata bagi mendorong inovasi, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

3. Hadirkan lingkungan kerja inklusif dan dukung produktivitas

Gedung TelkomGroup (dok. Telkom)

Selain mendorong representasi perempuan di kepemimpinan, TelkomGroup juga menghadirkan ekosistem kerja yang mendukung produktivitas, seperti fasilitas daycare dan ruang laktasi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam transformasi digital.

Sejalan dengan semangat Raden Ajeng Kartini, TelkomGroup menilai pemberdayaan perempuan sebagai upaya membuka akses seluas-luasnya terhadap peluang dan kemajuan.

“Di era digital, konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya. Dengan akses yang seluas-luasnya terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang, perempuan dapat lebih maju dan berkembang,” pungkas Dian.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, TelkomGroup menegaskan komitmennya dalam membangun organisasi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di tengah transformasi digital. (WEB)

Editorial Team