Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tiket Pelni Diskon 30 Persen di Mudik Lebaran, Terjual 135 Ribu Kursi
Pelni Balikpapan memprediksi jumlah pengguna armada Pelni pada periode Lebaran tahun ini mencapai 61 ribu penumpang . (IDN Times/Erik Alfian)
  • PT Pelni menjual 135.187 tiket kapal dengan diskon 30 persen dari total 445.534 tiket yang disiapkan untuk program Angkutan Lebaran 2026.

  • Program diskon ini merupakan stimulus pemerintah senilai Rp42,3 miliar, dengan realisasi anggaran mencapai Rp12,8 miliar atau sekitar 30 persen.

  • Periode Angkutan Lebaran berlangsung 6 Maret–6 April 2026, puncak arus mudik diprediksi 18 Maret dengan proyeksi total penumpang mencapai 641 ribu orang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pelni (Persero) melaporkan sebanyak 135.187 tiket kapal untuk Angkutan Lebaran 2026 yang termasuk dalam program diskon 30 persen sudah terjual. Secara keseluruhan, PELNI menyediakan 445.534 tiket yang mendapat diskon 30 persen.

“Program stimulus ini berlaku untuk semua rute, semua trayek, dengan diskon yang diberikan 30 persen dari tarif dasar,” kata Direktur Utama Pelni, Tri Andayani atau yang akrab disapa Anda di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

1. Total anggaran Rp42,3 miliar

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Adapun, diskon itu merupakan bagian dari program stimulus pemerintah untuk periode mudik Lebaran 2026. Anggaran yang disediakan ialah Rp42,3 miliar untuk program diskon tersebut.

“Dengan total penyerapan anggaran dari Rp42,3 miliar sebesar Rp12,8 miliar atau sudah mencapai 30 persen,” ujar Anda.

2. Penyebab adanya penurunan penjualan tiket dibandingkan 2024

Konferensi pers angkutan Lebaran 2026 PT PELNI (Persero), Rabu (4/3/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Anda menyampaikan, terlihat adanya penurunan penjualan tiket kapal di tahun ini. Namun, hal itu menurutnya bukan disebabkan penurunan permintaan, tetapi adanya penurunan dispensasi kapasitas kapal yang diajukan Pelni.

Tahun ini, Pelni mengajukan dispensasi kapasitas menjadi 145 persen, mengikuti anjuran Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dispensasi artinya Pelni bisa mengangkut penumpang dengan jumlah melebihi kapasitas 100 persen. Jika dispensasi 145 persen, maka kapasitas penumpang yang diangkut Pelni ialah 100 persen ditambah 45 persen.

“Jadi kenapa turun? Karena memang yang kita mintakan dispensasi di tahun ini itu jumlahnya persentasenya di bawah dari persentase dispensasi yang realisasi yang tahun lalu. Kalau tahun lalu itu ada di 152 persen, yang di tahun ini tadi kita usulkan kemarin rekomendasian perhubungan di 145 persen,” tutur Anda.

3. Puncak Angkutan Lebaran Pelni diperkirakan pada 18 Maret 2026

KM Kelimutu yang dioperasikan Pelni berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pelni Semarang)

Periode Angkutan Lebaran Pelni resmi dimulai pada 6 Maret hingga 6 April 2026, dengan proyeksi puncak arus mudik terjadi pada tanggal 18 Maret 2026.

Proyeksi total penumpang Angkutan Lebaran tahun ini mencapai 641 ribu orang. Pelni telah memastikan kesiapan 55 kapal yang terdiri dari 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis.

“Total ketersediaan tiket selama masa angkutan Lebaran 2026 mencapai 751.555 tiket, dengan total kapasitas seluruh kapal sebesar 56.069 seat yang sudah termasuk dispensasi kapasitas dari otoritas terkait,” kata Anda.

Editorial Team