Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Minta Gencatan Senjata Diperpanjang, Dolar Menguat Sore Ini
Ilustrasi dolar Amerika Serikat. (Pexels/Pixabay)
  • Rupiah ditutup melemah 34 poin ke Rp17.839 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa, meski sempat dibuka di level Rp17.888 per dolar AS.
  • Penguatan dolar AS dipicu oleh permintaan Donald Trump agar gencatan senjata di Selat Hormuz diperpanjang serta de-eskalasi konflik di Lebanon.
  • Analis memprediksi rupiah masih akan fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan Rabu, berada di kisaran Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa, (2/6/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 34 poin atau 0,19 persen ke Rp17.839 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka melemah pada level Rp17.888 per dolar AS.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.863 per dolar AS.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat, (29/5/2026), yang berada di level Rp17.883 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami penguatan sore ini dibandingkan pekan lalu.

2. Iran pertimbangkan proposal perdamaian AS

Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi penguatan dolar AS sore ini didorong oleh permintaan Presiden AS, Donald Trump agar gencatan senjata di Selat Hormuz diperpanjang. Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran masih akan dilanjutkan.

“Ia mengeluarkan unggahan di media sosial yang mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran terus berlanjut dan mengatakan kepada ABC News bahwa ia mengharapkan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz dalam minggu depan,” kata Ibrahim dalam keterangannya.

Deeskalasi konflik di Lebanon juga turut mendorong penguatan dolar AS, dan perubahan kebijakan tarif impor alat pertanian di AS dari 25 persen menjadi 15 persen.

3. Rupiah diprediksi melemah lagi besok

Melihat kondisi terkini, Ibrahim memprediksi kurs rupiah masih akan melemah terhadap dolar AS pada perdagangan besok, Rabu (3/6/2026).

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.840- Rp17.900,” kata Ibrahim.

Editorial Team

Related Article