Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Sebut Perusahaan Minyak Siap Investasi US$100 Miliar di Venezuela

Trump Sebut Perusahaan Minyak Siap Investasi US$100 Miliar di Venezuela
Presiden Donald Trump saat menyampaikan pidato pelantikan. (commons.wikimedia.org/The Trump White House)
Intinya sih...
  • Chevron bekerja sama dengan pemerintah AS untuk investasi di Venezuela
  • Exxon dan Conoco membutuhkan jaminan untuk kembali ke Venezuela
  • Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, tetapi sektor minyaknya dalam kondisi buruk
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bertemu dengan sejumlah perusahaan minyak di Gedung Putih pada Jumat (9/1/2026). Pertemuan itu dilakukan guna membahas investasi di Venezuela usai AS menangkap Presiden Nicolas Maduro.

CEO Exxon Darren Woods, CEO ConocoPhilips Ryan Lance, dan Wakil Ketua Chevron Mark Nelson hadir dalam pertemuan tersebut. Selain itu, sejumlah eksekutif dari Haliburton, Valero, dan Marathon juga disebut hadir di sana.

Menurut sumber CNBC, pertemuan itu dijadwalkan oleh Gedung Putih dan bukan kemauan para perusahaan-perusahaan minyak tersebut. Trump bilang, perusahaan minyak bakal berinvestasi setidaknya 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.684,3 triliun untuk membangun kembali sektor energi Venezuela.

"AS akan memberikan keamanan dan perlindungan jadi mereka akan mendapatkan uangnya kembali dan menerima pengembalian investasi yang sangat bagus," kata Trump, dikutip dari CNBC, Minggu (11/1/2026).

Trump mengatakan, pihaknya akan memutuskan perusahaan minyak mana yang akan masuk ke Venezuela. Gedung Putih disebut akan mencapai kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan minyak yang hadir dalam pertemuan dengan Trump pada Jumat atau segera setelahnya.

"Salah satu hal yang akan didapatkan Amerika Serikat dari ini adalah harga energi yang lebih rendah," kata Trump.

1. Bekerja dengan Chevron

Trump Sebut Perusahaan Minyak Siap Investasi US$100 Miliar di Venezuela
Ilustrasi Chevron (unsplash.com/Doug Nealy)

Pemerintahan Trump hanya memberikan sedikit detail tentang bagaimana mereka akan mendorong perusahaan minyak untuk melakukan investasi besar di negara yang memiliki sejarah menasionalisasi aset industri.

Chevron adalah satu-satunya perusahaan minyak AS yang saat ini beroperasi di Venezuela melalui usaha patungan dengan perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela, atau PDVSA. Menteri Energi AS, Chris Wright mengatakan kepada CNBC bahwa AS bekerja sama erat dengan Chevron.

“Chevron berada di lapangan, jadi kami mendapatkan pembaruan setiap hari. Mereka sebenarnya bekerja (di bawah) rezim ini. Jadi bersama mereka, bagaimana kita dapat memberikan penyesuaian atau perubahan bertahap untuk memungkinkan model mereka berkembang lebih jauh,” tutur Wright.

Wright menambahkan, produksi minyak Venezuela dapat meningkat beberapa ratus ribu barel per hari dalam jangka pendek hingga menengah dengan investasi modal yang kecil.

2. Keraguan Exxon dan Conoco

Trump Sebut Perusahaan Minyak Siap Investasi US$100 Miliar di Venezuela
Teknologi machinext dari Exxonmobil hadir di Batam (dok.Exxonmobil)

Di sisi lain, Wright menjelaskan, Exxon dan Conoco perlu jaminan untuk kembali ke Venezuela. Sebagai informasi, kedua perusahaan minyak itu meninggalkan Venezuela setelah Presiden Hugo Chavez menyita aset mereka pada 2007.

Mereka memiliki klaim senilai miliaran dolar yang belum terselesaikan terhadap pemerintah yang mereka menangkan dalam kasus arbitrase.

“Aset kami telah disita di sana dua kali, jadi Anda bisa bayangkan, untuk masuk kembali untuk ketiga kalinya akan membutuhkan beberapa perubahan yang cukup signifikan dari apa yang telah kita lihat sebelumnya,” kata CEEO Exxon, Darren Woods.

Wright mengatakan, utang Venezuela kepada Exxon dan Conoco perlu dibayar suatu saat nanti, tetapi itu bukan prioritas utama bagi pemerintahan Trump. Gedung Putih fokus pada stabilisasi ekonomi Venezuela melalui penjualan minyak, kata menteri energi tersebut.

“Kami mencoba merekayasa transisi Venezuela menjadi tempat yang diinginkan oleh warga Amerika untuk berbisnis, ingin menginvestasikan modal baru, dan ingin mengembangkan kemitraan baru,” kata Wright.

Namun, masih belum jelas apakah Gedung Putih dapat meyakinkan perusahaan-perusahaan seperti Exxon dan Conoco untuk kembali ke Venezuela tanpa perubahan dramatis dalam pemerintahan di Caracas.

3. Cadangan minyak di Venezuela

Trump Sebut Perusahaan Minyak Siap Investasi US$100 Miliar di Venezuela
ilustrasi minyak bumi (pexels.com/Pixabay)

Menurut Badan Informasi Energi AS, Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, yaitu 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari total global. Namun, sektor minyaknya berada dalam kondisi yang sangat buruk.

Data dari perusahaan konsultan energi Kpler, produksi telah menurun dari puncaknya sekitar 3,5 juta barel per hari pada 1990-an menjadi hanya sekitar 800 ribu barel per hari saat ini. Sementara Rystad Energy memperkirakan dibutuhkan biaya lebih dari 180 miliar dolar AS hingga 2040 agar produksi minyak Venezuela mencapai 3 juta barel per hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Prabowo Bahas 6 Hilirisasi Baru Senilai 6 Miliar Dolar AS di Hambalang

12 Jan 2026, 01:06 WIBBusiness