Konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar Kamis, (4/6/2026). (dok. Unilever Indonesia)
Pada tahun 2025, Unilever Indonesia membukukan penjualan bersih sebesar Rp31,9 triliun (tidak termasuk bisnis es krim dan teh SariWangi).
Margin laba bruto tercatat 46,9 persen, turun 60 basis poin akibat biaya transformasi, namun naik 46 basis poin jika biaya tersebut dikecualikan.
Arus kas bebas (free cash flow) mencapai Rp4,9 triliun, 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan posisi tanpa utang.
“Kami percaya bahwa keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan kinerja jangka panjang merupakan fondasi penting dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, dan kompetitif,” ucap Benjie.