ilustrasi Uni Eropa (pexels.com/Tim Diercks)
Kondisi pasar saat ini memang sudah menunjukkan tekanan yang cukup tajam, tapi belum bisa disebut sebagai krisis utang seperti yang terjadi lebih dari satu dekade lalu. Salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah struktur kepemilikan utang Prancis. Lebih dari separuh utang pemerintah Prancis dimiliki investor asing, sehingga aksi jual besar-besaran berpotensi terjadi lebih cepat ketika sentimen pasar memburuk.
ECB sebenarnya masih memiliki beberapa pilihan selain membeli obligasi melalui TPI. Bank sentral bisa memperlambat pengurangan neracanya dan menginvestasikan kembali obligasi yang jatuh tempo secara lebih fleksibel untuk memberikan sinyal positif kepada pasar. ECB juga memiliki instrumen suku bunga, tapi ruang geraknya terbatas karena inflasi zona euro mencapai 3,8 persen pada September, level tertinggi dalam tiga tahun. Artinya, upaya menjaga biaya pinjaman tetap rendah harus berhadapan dengan kebutuhan untuk mengendalikan inflasi.
Situasi paling buruk akan terjadi apabila tekanan terhadap Prancis semakin besar hingga mengancam stabilitas seluruh kawasan euro. Robin Brooks dari Brookings Institution menilai ECB gak mungkin langsung melakukan penyelamatan setiap kali muncul persoalan di negara anggota. Namun, apabila dukungan terhadap Prancis pada akhirnya menjadi satu-satunya cara untuk mempertahankan keutuhan euro, ECB kemungkinan akan menghadapi tekanan besar untuk bertindak. Pilihan tersebut tentu bisa menimbulkan ketegangan politik dengan Jerman dan negara-negara Eropa utara yang selama ini dikenal lebih ketat dalam urusan disiplin fiskal.
Pada akhirnya, persoalan Prancis saat ini belum tentu berakhir menjadi pengulangan krisis utang Eropa. Namun, kenaikan biaya pinjaman, utang yang terus bertambah, ketidakpastian politik, dan meluasnya tekanan ke negara lain menunjukkan bahwa risikonya memang perlu diperhatikan. Kamu juga perlu melihat persoalan ini sebagai masalah yang saling berkaitan karena kondisi satu negara bisa memengaruhi kepercayaan terhadap kawasan euro secara keseluruhan. Jika pemerintah Prancis gagal meyakinkan pasar bahwa kondisi fiskalnya bisa diperbaiki, tekanan terhadap ECB dan negara-negara Eropa lainnya kemungkinan akan semakin besar.