Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Belanja Mingguan atau Bulanan, Mana yang Lebih Hemat?

3 min read
Belanja Mingguan atau Bulanan, Mana yang Lebih Hemat?
ilustrasi belanja bulanan (pexels.com/Kampus Production)
  • Belanja bulanan memudahkan pengaturan anggaran, waktu, dan transportasi untuk barang tahan lama, tetapi harus disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan serta jumlah anggota rumah tangga.

  • Belanja mingguan lebih cocok untuk bahan segar karena stok dapat disesuaikan dengan rencana makan; frekuensi lebih tinggi berpotensi mengurangi food waste, meski membutuhkan waktu perjalanan.

  • Promo atau harga grosir tidak otomatis hemat bila barang rusak atau kedaluwarsa; kombinasi belanja bulanan untuk stok tahan lama dan mingguan untuk bahan segar membantu mengendalikan pengeluaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belanja kebutuhan rumah tangga menjadi salah satu pengeluaran yang rutin dilakukan setiap minggu atau setiap bulan. Sebagian orang memilih membeli banyak barang sekaligus agar tidak perlu sering pergi ke toko, sementara lainnya lebih nyaman membeli sesuai kebutuhan dalam waktu dekat. Perbedaan cara belanja tersebut ternyata dapat memengaruhi pengeluaran, stok makanan, hingga risiko barang terbuang.

Belanja dalam jumlah besar memang dapat terasa lebih praktis, tetapi tidak selalu berarti lebih hemat. Sebaliknya, berbelanja terlalu sering juga dapat membuat kita lebih mudah membeli barang di luar kebutuhan. Sebenarnya, lebih baik belanja mingguan atau bulanan? Sebelum kamu menentukan pola belanja, perhatikan beberapa poin di bawah ini.

  1. 1. Belanja bulanan memudahkan mengatur anggaran

    ilustrasi menghitung struk belanja
    ilustrasi menghitung struk belanja (pexels.com/Kaboompics)

    Belanja bulanan dapat membantu kita menentukan batas pengeluaran sejak awal bulan. Kita dapat menyisihkan sejumlah uang khusus untuk membeli kebutuhan rumah tangga, lalu membaginya berdasarkan jenis barang yang diperlukan. Cara ini membuat pengeluaran untuk kebutuhan pokok lebih mudah dipantau bersama tagihan dan kebutuhan lainnya.

    Pola tersebut cocok untuk barang yang tahan lama dan rutin digunakan, seperti beras, minyak, sabun, deterjen, atau tisu. Kita juga dapat mengurangi frekuensi perjalanan ke supermarket sehingga waktu dan biaya transportasi lebih terkendali. Namun, pembelian dalam jumlah besar tetap perlu disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan dan jumlah anggota rumah tangga.

  2. 2. Belanja mingguan lebih fleksibel untuk bahan segar

    ilustrasi membeli buah
    ilustrasi membeli buah (pexels.com/Atlantic Ambience)

    Belanja mingguan memberi kesempatan untuk membeli barang berdasarkan kebutuhan dalam waktu dekat. Cara ini cocok untuk bahan makanan yang cepat rusak, seperti sayuran, buah, daging, ikan, dan produk susu. Jumlah belanja yang lebih kecil juga membuat kita lebih mudah menyesuaikan stok dengan rencana makan selama beberapa hari.

    Frekuensi belanja yang lebih sering tidak selalu berarti lebih banyak makanan terbuang. Sebuah penelitian terhadap rumah tangga di Amerika Serikat menemukan bahwa rumah tangga yang lebih sering berbelanja cenderung menghasilkan lebih sedikit food waste. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa menambah frekuensi belanja memiliki biaya waktu dan perjalanan, sehingga manfaatnya perlu dibandingkan dengan penghematan dari berkurangnya makanan terbuang.

  3. 3. Belanja dalam jumlah banyak tidak selalu lebih murah

    ilustrasi berbelanja
    ilustrasi berbelanja (pexels.com/Gustavo Fring)

    Promo dan harga grosir sering membuat belanja dalam jumlah besar terlihat lebih menguntungkan. Penghematan tersebut dapat hilang jika barang yang dibeli tidak habis digunakan sebelum rusak atau kedaluwarsa. Penelitian terbaru juga menemukan adanya hubungan antara pembelian dalam jumlah besar dan peningkatan food waste pada rumah tangga yang diteliti.

    Kita perlu menghitung harga barang sekaligus memperkirakan seberapa cepat barang tersebut akan digunakan. Membeli beras dalam jumlah besar mungkin masuk akal jika stok tersebut pasti habis sebelum kualitasnya menurun. Sebaliknya, membeli terlalu banyak buah atau sayuran hanya karena sedang diskon dapat membuat pengeluaran menjadi lebih besar ketika sebagian barang akhirnya terbuang.

  4. 4. Kombinasikan belanja bulanan dan mingguan

    ilustrasi berbelanja
    ilustrasi berbelanja (magnific.com/tonodiaz)

    Belanja bulanan dan mingguan sebenarnya dapat digunakan secara bersamaan sesuai dengan jenis kebutuhan. Barang tahan lama dapat dibeli dalam jumlah cukup besar pada awal bulan, sedangkan bahan segar dapat dibeli setiap minggu sesuai kebutuhan. Pola tersebut membuat kita tidak perlu memilih satu metode untuk seluruh kebutuhan rumah tangga.

    Daftar belanja dapat membantu menjaga pengeluaran tetap sesuai rencana. Kita dapat memeriksa stok di dapur dan kulkas sebelum membuat daftar agar tidak membeli barang yang masih tersedia. Perencanaan makanan juga membantu menentukan jumlah bahan yang diperlukan sehingga belanja tidak berlebihan.

    Mau belanja mingguan atau bulanan, cara yang paling hemat sebenarnya bergantung pada jenis barang, jumlah kebutuhan, dan kemampuan kita menghabiskan stok. Belanja bulanan cocok untuk kebutuhan yang tahan lama, sedangkan belanja mingguan lebih fleksibel untuk bahan yang cepat rusak. Menggabungkan kedua pola dapat membantu mengontrol pengeluaran sekaligus mengurangi barang yang terbuang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More