Produsen makanan ringan Sari Murni Group resmi bertransformasi menjadi Momogi Group. (Dok/Istimewa).
Direktur Utama Bibica Corporation Hoang Quoc Nguyen mengatakan, iklim investasi di Asia Tenggara telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, dan Vietnam menjadi salah satu tujuan utama gelombang ekspansi global. Ekonomi Vietnam tumbuh sekitar 8 persen pada 2025, salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang menembus lebih dari 500 miliar dolar AS.
Didukung lokasi geografis strategis di jantung Asia Tenggara dengan akses ke sekitar 600 juta konsumen, Vietnam menawarkan kombinasi daya tarik yang sulit ditandingi. Daya tarik Vietnam juga bertumpu pada populasi lebih dari 100 juta jiwa.
Dengan biaya tenaga kerja yang secara umum sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan China, Vietnam menjadi salah satu basis produksi yang kompetitif di Asia Tenggara. Pendapatan per kapita yang kini mendekati 5.000 dolar AS, serta terus berkembangnya kelas menengah turut mendorong konsumsi domestik, termasuk pada kategori makanan ringan dan confectionery.
Berdasarkan data Statista yang menjadi rujukan perseroan, pasar makanan ringan Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh dengan laju pertumbuhan majemuk (CAGR) sekitar 6–8 persem hingga 2030. Sejalan dengan itu, berdasarkan data riset pasar pihak ketiga, segmen sugar confectionery Vietnam diperkirakan tumbuh dari 0,4 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 0,6 miliar dolar AS pada 2030, sementara pasar makanan ringan Vietnam secara keseluruhan diproyeksikan meningkat dari 2,42 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 3,01 miliar dolar AS pada 2030.
“Kami menyambut kolaborasi ini dengan penuh optimisme. Kombinasi antara kekuatan produk Win&Co Group dan Momogi Group dengan portofolio Bibica serta jaringan distribusi kami di Vietnam akan membuka peluang untuk menghadirkan pilihan produk yang lebih beragam bagi konsumen, sekaligus memperkuat posisi bersama di pasar confectionery kawasan,” ujar Nguyen.