Volume Lalin di Tol Trans Sumatra Naik 33 Persen di Long Weekend Imlek

- Puncak pergerakan kendaraan terjadi pada 14 Februari dengan total 148.048 kendaraan, naik 41,21% dibandingkan VLL normal.
- Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Seksi 1–4) menjadi ruas dengan volume tertinggi, mencapai 151.493 kendaraan.
- Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 mencatat peningkatan tertinggi, yakni 136,96% dibandingkan trafik normal.
Jakarta, IDN Times – PT Hutama Karya (Persero) mencatat total 672.967 kendaraan melintasi ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang telah beroperasi selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 (13–17 Februari 2026).
Secara kumulatif, trafik tersebut meningkat 33,75 persen dibandingkan volume lalu lintas (VLL) normal.
1. Puncak pergerakan kendaraan terjadi pada 14 Februari

Puncak pergerakan kendaraan terjadi pada Sabtu (14/2) dengan total 148.048 kendaraan, atau naik 41,21 persen dibandingkan VLL normal. Peningkatan itu sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang, termasuk perjalanan wisata dan kunjungan keluarga.
“Selama periode libur panjang Imlek, Hutama Karya memperkuat kesiapan layanan operasional di seluruh ruas JTTS,” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah dikutip dari keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
2. Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat paling padat

Berdasarkan catatan trafik, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Seksi 1–4/Kuala Tanjung–Pematang Siantar) menjadi ruas dengan volume tertinggi, mencapai 151.493 kendaraan.
Tingginya trafik pada ruas itu didorong oleh meningkatnya mobilitas di koridor Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Pematang Siantar serta konektivitas menuju kawasan permukiman dan destinasi wisata di Sumatra Utara.
3. Tol Aceh catat pertumbuhan volume lalin tertinggi

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan persentase, Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum–Baitussalam) mencatat peningkatan tertinggi, yakni 136,96 persen dibandingkan trafik normal, seiring meningkatnya pergerakan menuju kawasan perkotaan Banda Aceh dan sekitarnya selama masa libur panjang.
Pengoperasian secara fungsional Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) yang menghubungkan ruas tol itu secara keseluruhan juga menjadi faktor pendorongnya.
















