Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

DEN Ungkap Capital Inflow RI Bisa Tembus Rp1.184 T, Ini Alasannya

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya sih...
  • Investor menunggu hasil reformasi pasar modal untuk mendapatkan kepercayaan dan capital inflow kembali masuk secara deras ke pasar modal domestik.
  • Indonesia bisa belajar dari India yang sukses menjalankan reformasi pasar modal setelah menghadapi isu Adani vs Hindenburg, sehingga arus modal asing kembali masuk.
  • OJK dan BEI memiliki 8 agenda utama reformasi pasar modal, termasuk peningkatan batas minimum free float, penguatan transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO), dan peningkatan standar tata kelola pengurus emiten.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Reformasi pasar modal Indonesia yang tengah dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) berpotensi menghadirkan capital inflow sebesar 60 hingga 70 miliar dolar Amerika Serikat (AS) alias setara Rp1.184 triliun.

Hal itu dapat terjadi jika reformasi pasar modal RI yang dilakukan saat ini berjalan tepat dan sesuai rencana. Untuk diketahui, reformasi pasar modal Indonesia dilakukan usai adanya pembekuan terhadap saham-saham Indonesia oleh MSCI pada Januari lalu dan berimbas pada rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kaburnya triliunan rupiah modal asing (capital outflow).

"Kasus MSCI ini atau bagaimana kita merespons ke MSCI justru harus dijadikan momentum untuk total capital market reform," ujar Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu dalam Economic Outlook 2026, Kamis (19/2/2026).

1. Investor menunggu hasil reformasi pasar modal

ilustrasi investor
ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Reformasi pasar modal yang tepat dan sesuai rencana juga ditunggu oleh para investor. Jika reformasi dilakukan dengan baik, maka investor pun akan kembali mendapatkan kepercayaan sehingga capital inflow bisa kembali masuk secara deras ke pasar modal domestik.

"Yang ditunggu oleh investor adalah benar-benar itu diimplementasi dan pemilihan dari leadership baru di OJK ini dan di bursa itu perlu dilakukan dengan proper, baik, transparan, dan prosesnya menghasilkan leadership baru yang profesional dan tinggi integritasnya," tutur Mari.

2. Belajar dari India

Bendera India. (unsplash.com/aboodi_vm)
Bendera India. (unsplash.com/aboodi_vm)

Mari pun menjelaskan, Indonesia bisa berkaca dari India yang sukses menjalankan reformasi pasar modalnya ketika menghadapi isu Adani vs Hindenburg. Pada momen tersebut, arus modal asing yang keluar dari India mencapai 4 miliar dolar AS atau Rp67,73 triliun.

Namun, usai otoritas pasar di sana melakukan reformasi dan penyesuaian kebijakan termasuk pembekuan sementara indeks oleh MSCI serta penguatan aturan disclosur oleh regulator, arus modal asing kembali masuk ke India.

"India mengalami hal yang sama beberapa tahun yang lalu dengan kasus yang serupa dan di-punish dengan capital outflow, tetapi karena dia benar-benar melakukan reformasi, didukung penuh oleh Prime Minister Modi, apa yang terjadi setelah dua tahun kembali 60-70 miliar dolar. Jadi ini adalah momen buat kita melakukan reform," tutur Mari.

3. Ada 8 agenda utama reformasi pasar modal

WhatsApp Image 2026-02-02 at 17.51.40.jpeg
Konferensi pers OJK, BEI, dan Danantara usai melakukan pertemuan dengan MSCI (IDN Times/Pitoko)

OJK dan BEI memiliki agenda utama reformasi, yakni meliputi peningkatan batas minimum free float, penguatan transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO), peningkatan granularitas data kepemilikan saham, dan demutualisasi bursa.

Selain itu ada pula penegakan peraturan dan sanksi yang lebih tegas, peningkatan standar tata kelola dan kompetensi pengurus emiten, pendalaman pasar secara terintegrasi dari sisi permintaan, penawaran, dan infrastruktur, serta penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan industri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Profil Pan Brothers, Spesialis Limbah Pakaian yang Gandeng Perusahaan AS

19 Feb 2026, 18:08 WIBBusiness