Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Angka di Laporan Keuangan yang Wajib Diperhatikan Investor Pemula
ilustrasi laporan keuangan (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Pendapatan menunjukkan skala penjualan dan perkembangan permintaan, tetapi perlu dibandingkan antarperiode untuk memahami sumber serta konsistensi pertumbuhan bisnis.
  • Laba bersih menggambarkan keuntungan setelah beban, sedangkan arus kas operasi menilai kemampuan bisnis menghasilkan uang tunai dari kegiatan utamanya.
  • Utang perlu dilihat bersama ekuitas, aset, beban bunga, jatuh tempo, dan kemampuan kas perusahaan untuk mengukur tingkat risiko keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Laporan keuangan mungkin terlihat rumit karena berisi banyak angka dan istilah. Padahal, investor pemula tidak harus langsung memahami seluruh bagiannya. Ada beberapa angka penting yang bisa menjadi titik awal untuk membaca kondisi sebuah perusahaan.

Dengan memahami arti dan hubungan antarangka tersebut, kita bisa melihat bagaimana kinerja bisnis dari waktu ke waktu. Kita juga dapat menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dan kas. Berikut beberapa angka yang wajib kamu perhatikan ketika membaca laporan keuangan untuk berinvestasi.

1. Pendapatan menunjukkan kinerja penjualan

ilustrasi revenue (pexels.com/Monstera Production)

Pendapatan atau revenue menunjukkan nilai penjualan yang diakui perusahaan selama periode tertentu. Angka ini dapat membantu kita melihat seberapa besar aktivitas bisnis perusahaan dan apakah permintaan terhadap produk atau jasanya berkembang. Namun, pendapatan yang besar belum tentu berarti perusahaan sudah menghasilkan keuntungan yang besar.

Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah pendapatan, tetapi juga perkembangannya dari waktu ke waktu. Jika pendapatan terus meningkat, kita perlu melihat apakah pertumbuhan tersebut berasal dari kenaikan volume penjualan, kenaikan harga, akuisisi bisnis, atau faktor lain. Membandingkan pertumbuhan pendapatan dengan periode sebelumnya juga membantu kita mengetahui apakah bisnis sedang berkembang secara konsisten atau hanya mengalami peningkatan sementara.

2. Laba bersih memperlihatkan hasil akhirnya

ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Laba bersih atau net income merupakan keuntungan yang tersisa setelah perusahaan mengurangi berbagai beban dari pendapatannya, termasuk biaya operasional, bunga, dan pajak. Angka ini penting karena menunjukkan hasil akhir dari kegiatan perusahaan selama periode tertentu. Perusahaan dengan pendapatan besar tetap bisa mencatat laba kecil jika biaya yang dikeluarkan juga sangat tinggi.

Investor sebaiknya tidak hanya melihat apakah perusahaan mencetak laba, tetapi juga bagaimana perkembangannya. Laba yang meningkat secara konsisten dapat menjadi sinyal positif, tetapi penyebab pertumbuhannya tetap perlu diperiksa. Kita juga perlu waspada jika laba naik karena keuntungan satu kali, penjualan aset, atau faktor nonoperasional yang tidak mencerminkan kekuatan bisnis utamanya.

3. Operating cash flow menunjukkan uang yang dihasilkan

ilustrasi mengelola keuangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Laba tidak selalu sama dengan uang tunai yang benar benar diterima perusahaan. Karena itu, arus kas dari aktivitas operasi atau operating cash flow menjadi angka penting untuk melihat kemampuan bisnis menghasilkan kas dari kegiatan utamanya. Angka ini tercantum dalam laporan arus kas dan dapat memberikan gambaran berbeda dibandingkan laporan laba rugi.

Perusahaan yang secara konsisten menghasilkan arus kas operasi positif memiliki kemampuan yang lebih baik untuk membiayai kegiatan bisnis, membayar kewajiban, atau mengembalikan modal kepada pemegang saham. Sebaliknya, laba yang terlihat besar tetapi terus disertai arus kas operasi negatif perlu diperiksa lebih lanjut. Kondisi tersebut tidak otomatis berarti perusahaan bermasalah, tetapi investor perlu memahami penyebab perbedaannya sebelum mengambil kesimpulan.

4. Utang membantu mengukur risiko keuangan

ilustrasi meminjam uang (magnific.com/rawpixel)

Utang menunjukkan kewajiban yang harus dibayar perusahaan kepada pihak lain. Penggunaan utang tidak selalu buruk karena perusahaan dapat memanfaatkannya untuk membiayai ekspansi, membeli aset, atau mengembangkan bisnis. Persoalannya adalah apakah perusahaan memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Investor dapat membandingkan jumlah utang dengan ekuitas atau aset perusahaan untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat leverage. Rasio seperti debt to equity ratio dapat membantu melihat seberapa besar perusahaan menggunakan pendanaan berbasis utang dibandingkan modal sendiri. Selain jumlahnya, kita juga perlu memperhatikan beban bunga, jatuh tempo, serta kemampuan perusahaan menghasilkan kas untuk membayar kewajibannya.

Membaca laporan keuangan tidak harus dimulai dengan memahami semua angka sekaligus. Pendapatan, laba bersih, arus kas operasi, dan utang dapat menjadi empat titik awal untuk mengenali kondisi sebuah perusahaan. Setelah memahami angka tersebut, kita bisa melanjutkan dengan melihat rasio keuangan, catatan laporan keuangan, serta membandingkannya dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article